Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 02.42 WIB

Beredar Potongan Video Pidato Jokowi Gunakan Bahasa Mandarin, Kominfo Pastikan Hoaks

Beredar konten video Presiden Jokowi berpidato menggunakan bahasa Mandarin. Kominfo pastikan Hoaks. - Image

Beredar konten video Presiden Jokowi berpidato menggunakan bahasa Mandarin. Kominfo pastikan Hoaks.

JawaPos.com - Baru-baru ini media sosial (medsos) dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato dengan bahasa Mandarin. Dalam video yang ramai di medsos khususnya di Twitter itu menampilkan Jokowi begitu fasih berbahasa Mandarin.

Informasi tersebut segera ditanggapi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Melalui keterangan persnya pada Kamis (26/10) sore, video Presiden Jokowi tengah berpidato dalam bahasa Mandarin itu dipastikan merupakan sebaran konten Hoaks.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan bahwa video itu merupakan hasil suntingan yang menyesatkan. “Video yang beredar tersebut disertai narasi ‘Jokowi berbahasa Mandarin’. Itu hasil suntingan yang menyesatkan,” kata Semuel.

Menurut Semmy, sapaan karibnya, hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan kesamaan dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube The U.S.-Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015 lalu.

“Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting sedemikian rupa yang diduga memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake,” ungkapnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan dalam video yang sebenarnya di tautan https://usindo.org/gala/dinner-in-honor-of-president-joko-widodo/, Presiden Joko Widodo tidak menggunakan bahasa Mandarin saat pidato.

“Ini adalah bentuk disinformasi,” tegas Semmy.

Semmy juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi. Bahkan mengingatkan agar tidak ikut menyebarluaskan konten hoaks atau disinformasi dalam bentuk apapun melalui platform digital.

“Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi dan/atau diselewengkan, serta selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel,” ungkapnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore