Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2023 | 19.40 WIB

Tradisi Memancing Ikan di Musim Dingin, Bukan karena Limbah Nuklir Jepang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Video dan rekaman amatir seputar ikan mati yang dinarasikan karena limbah nuklir Jepang banyak ditemukan di media sosial. Tapi, setelah ditelusuri ternyata jauh berbeda.

’’Pembuangan air limbah nuklir oleh negara Jepang ke laut yang mengandung zat kimia berbahaya,’’ tulis akun Facebook Basuni Ismail pada 12 September lalu. Akun itu menampilkan puluhan orang yang sedang melihat ribuan ikan yang mati dan menggelepar di tanah (s.id/DampakNuklir).

Video berdurasi 12 detik itu memperlihatkan suasana seperti musim dingin. Orang-orang dalam video itu mengenakan jaket tebal. Tak tampak deru ombak atau suasana pantai di sekitar orang dan ikan-ikan tersebut. Yang terlihat seperti kendaraan melintas di area yang tertutup es.

Berdasar penelusuran, hingga kini belum ada laporan resmi tentang dampak yang muncul seusai pemerintah Jepang membuang air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima pada 24 Agustus 2023.

Menggunakan situs padanan gambar asal Rusia, yandex.com mengarahkan pada beberapa tradisi masyarakat di musim dingin. Suasana pada video unggahan itu mirip tradisi memancing saat musim dingin di Danau Chagan, Tiongkok. Khususnya pada bagian ikan merah muda.

Situasi itu diunggah oleh kanal YouTube @ChinaMatters dengan short video pada 21 Januari 2022 berjudul Big Harvest in China’s Chagan Lake Winter Fishing!. Nah, keterangan video pendek itu menyebut Danau Chagan di Provinsi Jilin, Tiongkok Timur Laut, adalah satu-satunya tempat di mana metode penangkapan ikan Mongolia saat musim dingin itu dilestarikan (s.id/MancingTradisional).

Sementara itu, portal BBC mengulas beberapa kekhawatiran lain yang muncul akibat pembuangan air limbah olahan PLTN Fukushima. Pemerintah Jepang melakukan berbagai upaya untuk menetralkan dampak pada lingkungan.

Pemerintah Jepang mengatakan tingkat akhir tritium –sekitar 1.500 becquerel per liter– jauh lebih aman daripada tingkat yang diwajibkan oleh regulator untuk pembuangan limbah nuklir, atau oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk air minum. Tepco mengatakan tingkat karbon-14 juga akan memenuhi standar.

Tepco dan pemerintah Jepang telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa udara yang dibuang hanya menimbulkan sedikit risiko bagi manusia dan kehidupan laut. Banyak ilmuwan juga mendukung rencana tersebut (s.id/RangkaianLimbah). 

FAKTA: Video ribuan ikan merah menggelepar itu identik dengan tradisi memancing secara tradisional di Danau Chagan, Tiongkok. (zam/c18/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore