
Data IDC Q2 2018 soal pengapalan smartphone global.
JawaPos.com - Huawei berhasil mengangkangi rivalnya dari negeri Paman Sam, Apple, untuk urusan posisi dalam pengiriman smartphone global kuartal kedua 2018. Huawei berhasil duduk di posisi nomor dua tepat di bawah Samsung dan berada di atas Apple.
Pabrikan asal Tiongkok itu mengirim 54,2 juta ponsel pada kuartal ini. Angka tersebut 41 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya dan berhasil melompati pembuat iPhone, Apple untuk pertama kalinya. Hal tersebut mengacu pada data perusahaan riset pasar International Data Corporation (IDC) sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Bloomberg, Rabu (1/8).
Huawei menyumbang 16 persen dari pangsa pasar global. Sementara untuk Samsung yang tak lain merupakan vendor asal Korea Selatan (Korsel) berhasil menyumbang market share sebesar 21 persen dan Apple hanya 12 persen saja.
Masih menurut data tersebut, vendor Tiongkok lainnya, yakni Xiaomi dan Oppo juga berhasil masuk dalam lima besar data market share smartphone global versi IDC.
Keberhasilan Huawei melangkahi Apple kabarnya dikarenakan produsen smartphone Tiongkok telah mendapatkan pengaruh ketika pasar domestik mereka tumbuh kemudian berkembang di luar negeri.
Untuk Huawei sendiri, mereka telah berhasil masuk ke pasar Eropa dan Afrika yang membuatnya semakin dikenal luas meskipun gagal meretas pasar Amerika Serikat (AS). Sementara kekalahan Apple dari Huawei dikarenakan cenderung menjual perangkat iPhone dengan harga lebih tinggi dari para pesaingnya, serta turut mencari keuntungan dari layanan seperti iTunes.
"Pentingnya Huawei melampaui Apple kuartal ini merupakan hal wajar," kata Ben Stanton, analis senior di Canalys, yang juga melaporkan pergeseran pangsa pasar kuartalan.
“Ini adalah pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir Samsung dan Apple tidak memegang dua posisi teratas. Pengecualian Huawei dari AS telah memaksanya bekerja lebih keras di Asia dan Eropa untuk mencapai tujuannya,” ujarnya.
Canalys menyebut bahwa kuartal kedua secara historis melemahkan Apple. Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, AS, itu memperkenalkan smartphone baru di akhir tahun. Kemudian biasanya melihat penjualan naik di kuartal keempat dan pertama. Momentum untuk iPhone X nyatanya tidak berlanjut hingga kuartal kedua.
Menurut Canalys, momentum Huawei jelas akan menjadi perhatian Samsung, tetapi itu juga harus menjadi peringatan bagi Apple. Setidaknya Apple perlu menambah perangkat untuk mendukung divisi layanannya yang sedang tumbuh.
"Jika Apple dan Samsung ingin mempertahankan posisi pasar mereka, mereka harus membuat portofolio mereka lebih kompetitif," pungkas Stanton dalam sebuah pernyataan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
