Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2026 | 04.35 WIB

John Ternus Nikmati Awal Manis di Apple, iPhone Duo Laris tetapi Biaya Cip dan Siri AI Jadi Ujian

John Ternus menghadapi ujian awal kepemimpinan di Apple di tengah lonjakan biaya cip memori, persaingan AI, dan tekanan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan (Fortune) - Image

John Ternus menghadapi ujian awal kepemimpinan di Apple di tengah lonjakan biaya cip memori, persaingan AI, dan tekanan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan (Fortune)

JawaPos.com - Dua bulan pertama John Ternus sebagai CEO Apple diwarnai peluncuran produk baru, termasuk iPhone lipat Duo. Namun, keberhasilan tersebut belum cukup menjamin kepercayaan pasar. Perusahaan bernilai USD 4,9 triliun atau sekitar Rp88.739 triliun (dengan kurs Rp18.110 per dolar AS) itu kini menghadapi kenaikan biaya cip memori, perlambatan bisnis layanan, serta persaingan kecerdasan buatan (AI) yang semakin ketat.

Tekanan terlihat setelah Apple mengumumkan kinerja kuartal September yang melampaui perkiraan laba Wall Street. Alih-alih menguat, saham perusahaan justru melemah dalam perdagangan setelah bursa ditutup. Investor mengkhawatirkan proyeksi penyusutan margin keuntungan dan perlambatan pertumbuhan Services, termasuk iCloud dan App Store, yang belum diimbangi strategi pemulihan pendapatan secara jelas.

Dilansir dari Fortune, Kamis (5/11/2026), laporan keuangan tersebut menjadi penampilan pertama Ternus, 51, dalam konferensi telepon bersama analis. Dia turut menyerahkan sejumlah pertanyaan kepada Direktur Keuangan Kevan Parekh dan Direktur Operasional Sabih Khan.

Keduanya akan dilibatkan dalam konferensi berikutnya, mengakhiri kebiasaan Apple selama beberapa tahun yang hanya menampilkan CEO dan pejabat keuangan. Meski menyebut Apple sebagai "perusahaan terbesar di dunia", Ternus belum memberikan banyak penjelasan konkret mengenai tantangan perusahaan.

Salah satu tekanan terbesar berasal dari lonjakan harga cip memori yang digunakan dalam perangkat Apple. Ternus mengakui, "Kenaikan harga memori yang kami hadapi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut telah menekan harga produk kami." Dia memperkirakan biaya pembelian memori masih meningkat setelah kuartal Desember. Apple bahkan menaikkan harga sejumlah produk untuk mengimbangi kenaikan biaya tersebut.

Akibatnya, margin kotor Apple diperkirakan turun menjadi 45–46 persen pada kuartal Desember, dibandingkan 47,9 persen pada kuartal September. Capaian sebelumnya turut terbantu pengembalian tarif impor yang menyumbang sekitar satu poin persentase.

Selain kenaikan harga memori, pengembangan Siri berbasis AI juga menambah pengeluaran. Investor Gene Munster memperingatkan, "Kami memasuki periode liburan ini dengan lebih banyak risiko penurunan daripada peluang kenaikan."

Di tengah tekanan biaya, Apple juga belum meyakinkan pasar mengenai strategi AI-nya. Siri versi terbaru yang masih diluncurkan secara bertahap dinilai tertinggal dari chatbot OpenAI dan Anthropic serta asisten AI personal yang dikembangkan Meta.

Ternus mengakui Siri "saat ini pada dasarnya masih bekerja berdasarkan permintaan pengguna". Dia menyebut kemampuan AI agen sebagai "perangkat yang menjanjikan bagi pengguna", tetapi menekankan pentingnya keamanan, privasi, dan persetujuan pengguna atas akses yang diberikan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore