
Ilustrasi robot humanoid Meta. (The Information)
JawaPos.com - Meta mulai serius mengembangkan robot humanoid sebagai bagian dari ambisinya membawa kecerdasan artifisial (AI) ke dunia nyata. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu dikabarkan bekerja sama dengan start-up robotika asal Tiongkok, Fourier, untuk mengembangkan prototipe robot humanoid bernama Max hanya dalam waktu tiga bulan.
Mengutip laporan The Information, Max memiliki berat sekitar 48 kilogram dengan tinggi 150 sentimeter. Robot tersebut dilengkapi dua tangan dengan lima jari, pengeras suara, serta layar pada bagian wajah yang mampu menampilkan ekspresi, termasuk gerakan mata dan mulut.
Max bukan sekadar robot buatan Fourier yang diberi logo Meta. Kedua perusahaan memanfaatkan perangkat keras dan pengalaman Fourier dalam mengembangkan tiga generasi robot sebelumnya. Sejumlah bagian kemudian disesuaikan, mulai dari tinggi, proporsi tubuh, kepala, layar, kamera, tangan, hingga alas kaki.
Meta juga memberikan sejumlah persyaratan terkait kemampuan Max saat berinteraksi dengan manusia. Robot tersebut harus mampu mengenali suara seseorang dari jarak hingga lima meter dan membaca gestur tangan atau lambaian dari jarak tiga meter.
Selain itu, Max diharapkan mampu menjaga kontak mata serta memberikan tanda ketika sedang mendengarkan, berpikir, berbicara, atau merasa tidak yakin. Divisi robotika Meta disebut melihat Max sebagai salah satu bentuk fisik dari agen AI mereka, Muse. Melalui proyek ini, Meta ingin menghadirkan AI yang tidak hanya beroperasi di layar, tetapi juga mampu berinteraksi langsung dengan lingkungan dan manusia.
Meta bahkan dikabarkan telah memulai pengembangan prototipe generasi kedua sejak September. Versi terbaru tersebut akan membawa sejumlah perubahan. Seperti desain torso baru, tangan dengan kemampuan manipulasi objek yang lebih baik, proyektor untuk menampilkan konten visual, serta sensor tambahan untuk membantu robot menaiki dan menuruni tangga.
Meski pengembangannya terus berjalan, Meta belum memiliki rencana untuk menjual Max secara komersial. Juru bicara perusahaan menyebut kolaborasi dengan Fourier saat ini masih berfokus pada penelitian dan eksperimen internal.
Max menggunakan platform komputasi Jetson Thor dari Nvidia. Robot ini juga memiliki dua pengeras suara yang terpasang di bagian dada dan tangan yang mampu mengambil benda berukuran kecil, seperti botol dan mainan.
Pengembangan prototipe tersebut turut melibatkan wakil presiden produk Meta untuk bidang robotika. Dia dilaporkan menghabiskan hampir dua bulan di pabrik Fourier di Shanghai untuk mengerjakan Max.
Proyek ini kemudian diperlihatkan dalam demonstrasi internal kepada sejumlah karyawan Meta pada akhir Agustus lalu. Adapun pengembangan Max menjadi bagian dari langkah Meta memperluas bisnisnya ke bidang robotika. Pada awal tahun lalu, perusahaan meluncurkan Meta Robotics Studio. Meta juga mengakuisisi startup Assured Robot Intelligence pada Mei 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022