Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 16.39 WIB

Jepang Kembangkan Robot Humanoid AI untuk Patroli Pertahanan, Tak Akan Dipakai dalam Pertempuran

Ilustrasi oleh AI robot humanoid untuk membantu Pasukan Bela Diri Jepang (SDF). (Chat GPT) - Image

Ilustrasi oleh AI robot humanoid untuk membantu Pasukan Bela Diri Jepang (SDF). (Chat GPT)

JawaPos.com - Jepang berencana mengkaji penggunaan robot humanoid yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) fisik untuk kebutuhan pertahanan. Teknologi tersebut dipertimbangkan untuk menjalankan tugas nonpertempuran, seperti patroli pangkalan dan dukungan logistik, di tengah kesulitan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mendapatkan cukup personel.

Dilansir dari Kyodo, Rabu (23/9), rencana penggunaan robot humanoid tersebut disampaikan oleh sumber pemerintah dan partai berkuasa. Pemerintah Jepang diperkirakan memulai penelitian mengenai teknologi tersebut dan menggelar kompetisi bagi perusahaan swasta serta universitas untuk mendemonstrasikan kemampuan robot yang mereka kembangkan.

Penggunaan robot dalam tugas nonpertempuran dinilai dapat membantu mengurangi kebutuhan tenaga manusia. Namun, sumber tersebut mengambil sikap negatif terhadap penggunaan robot humanoid dalam operasi pertempuran.

AI fisik memungkinkan sistem seperti robot menganalisis informasi yang dikumpulkan melalui sensor dan kamera, kemudian melakukan berbagai tugas berdasarkan informasi tersebut.

Selain patroli pangkalan dan dukungan logistik, robot humanoid berpotensi digunakan untuk operasi pengintaian dan penyelamatan pada masa mendatang.

“AI dapat menjadi alat yang efektif untuk menggantikan atau melengkapi operasi yang dilakukan oleh sejumlah personel yang terbatas,” kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang.

Risiko Robot AI dalam Pertempuran

Meski AI dinilai dapat membantu SDF, pemerintah Jepang masih berhati-hati terhadap penggunaannya dalam pertempuran.

Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan teknologi tersebut melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi pihak yang dihadapi. Sistem AI berpotensi keliru mengenali pasukan sendiri sebagai musuh atau sebaliknya, maupun menganggap kombatan sebagai warga sipil dan sebaliknya.

Seorang pejabat senior panel keamanan dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa juga menyoroti belum adanya aturan global yang memadai mengenai penggunaan teknologi tersebut.

“Kami tidak mengharapkan robot humanoid yang dilengkapi senjata digunakan untuk bertempur,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore