
Ilustrasi AI untuk mendukung proses belajar. (Apporto)
JawaPos.com - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk kebutuhan pendidikan di Indonesia meningkat tajam. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, penggunaan AI untuk edukasi dan pembelajaran mencapai 43,98 persen pada 2025, naik dari 21,84 persen pada tahun sebelumnya.
Di tengah tren tersebut, generasi Z atau Gen Z tercatat sebagai kelompok pengguna AI terbesar dengan proporsi 43,7 persen. Angka ini memperlihatkan semakin besarnya peran teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas generasi muda, termasuk untuk mengakses informasi, memahami materi pelajaran, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan akademik.
Perubahan tersebut sekaligus memunculkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Kemudahan memperoleh jawaban melalui AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, memeriksa keakuratan informasi, serta memahami materi secara mandiri.
Sebab, meskipun AI dapat membantu mempercepat pencarian informasi dan mengolah bahan pembelajaran, teknologi ini tidak selalu menghasilkan jawaban yang akurat. Penggunaan tanpa verifikasi berisiko membuat pelajar maupun mahasiswa menerima informasi keliru atau terlalu bergantung pada jawaban instan.
Di sisi lain, perkembangan AI juga mengubah cara mahasiswa mempelajari materi perkuliahan. Jika sebelumnya proses belajar banyak bertumpu pada buku, catatan, dan pencarian informasi melalui mesin pencari, kini mahasiswa memiliki alternatif untuk mempelajari materi melalui ringkasan otomatis, percakapan interaktif, hingga konten audio.
Perubahan pola belajar tersebut terlihat dari semakin beragamnya pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa tidak hanya menggunakan teknologi ini untuk mencari jawaban atas pertanyaan akademik, tetapi juga membantu menyusun catatan, memahami konsep yang sulit, mengembangkan ide, hingga mempersiapkan kebutuhan karier.
Salah satu teknologi yang menawarkan kemampuan tersebut adalah Google Gemini. Melalui sejumlah fiturnya, mahasiswa dapat mengolah bahan kuliah menjadi ringkasan, latihan pembelajaran, maupun materi audio yang dapat dipelajari kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022