Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 19.58 WIB

Kaspersky Luncurkan AI Protect di Asia Pasifik, Lindungi Perusahaan dari Ancaman Siber Berbasis AI

Ilustrasi: Aksi hacker yang sering bikin repot. (Kaspersky). - Image

Ilustrasi: Aksi hacker yang sering bikin repot. (Kaspersky).

JawaPos.com - Kaspersky memperluas perlindungan keamanan sibernya di Asia Pasifik dengan meluncurkan Kaspersky AI Protect (KAIP). Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan artifisial (AI), termasuk serangan terhadap model Large Language Model (LLM) dan agen AI.

Peluncuran KAIP dilakukan ketika Asia Pasifik menjadi salah satu kawasan yang menghadapi tingginya aktivitas serangan siber. Kaspersky menyebut lebih dari 60 persen serangan siber yang tercatat secara global terjadi di kawasan tersebut. Industri manufaktur dan layanan teknologi informasi menjadi sektor yang banyak menjadi sasaran, sementara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menghadapi risiko karena kemampuan pertahanannya belum merata.

Di sisi lain, penggunaan AI di lingkungan perusahaan terus berkembang. Kondisi tersebut turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan dengan metode yang menyamar sebagai layanan AI. Secara global, Kaspersky mencatat lebih dari 92.000 serangan berbahaya yang menyamarkan diri sebagai layanan AI selama paruh pertama 2026.

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, mengatakan, perusahaan di kawasan tersebut kini berada dalam situasi yang menuntut keseimbangan antara percepatan adopsi AI dan pengelolaan risiko keamanan.

"Kawasan Asia Pasifik berada pada titik krusial. Perusahaan mempercepat adopsi AI dan memprioritaskan kecepatan dalam meraih nilai bisnis, namun banyak yang meremehkan ancaman nyata yang menyertainya, termasuk risiko rantai pasok AI, penyusupan pada model (model poisoning), agen berbahaya, dan serangan prompt injection," ujar Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik dalam keterangannya, Rabu (7/10).

Menurut Hia, anggapan bahwa model AI yang ditempatkan di dalam infrastruktur perusahaan otomatis aman juga perlu diperhatikan. Sebab, ancaman dapat masuk melalui berbagai komponen yang digunakan dalam sistem AI.

"Banyak organisasi masih memiliki anggapan keliru bahwa menyimpan LLM secara internal menjamin keamanan. Namun, pandangan tersebut mengabaikan fakta bahwa kode berbahaya dapat disusupkan melalui bobot model (model weights), plugin AI, dan skrip yang berasal dari luar organisasi," tambah Hia.

Kaspersky menyebut KAIP dikembangkan untuk mendeteksi ancaman yang secara khusus menyasar infrastruktur AI, sekaligus tetap menangani serangan siber konvensional. 

Solusi tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi dan memberikan perlindungan untuk portal maupun aplikasi web, server proxy, penyimpanan terhubung jaringan (NAS), hingga gateway email.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore