Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2026 | 18.11 WIB

Verifikasi Informasi MBG di Media Sosial Kini Didominasi Akun AI

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud) - Image

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud)

JawaPos.com - Percakapan publik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di platform X sepanjang Maret hingga Mei 2026 terpecah ke dalam 332 kelompok kecil yang tidak saling berhubungan. Menariknya, agen kecerdasan buatan @grok justru menempati posisi paling sentral dalam jaringan diskusi tersebut, mengungguli akun pejabat, media massa, maupun pemengaruh manusia.

Temuan unik ini terungkap dalam penelitian karya Indri Anjar Kartika Sari bersama Catur Suratnoaji dan Agus Widiyarta dari program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur. Studi ini resmi terbit di Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) Volume 3 Nomor 09 pada 15 September lalu.

Penelitian berbasis Social Network Analysis (SNA) dan Natural Language Processing (NLP) ini memetakan 973 aktor serta 658 relasi interaksi dari 3.395 cuitan unik yang telah dibersihkan dari indikasi akun bot maupun spam. "Penelitian saya mengkaji fenomena percakapan publik mengenai program Makan Bergizi Gratis atau MBG di platform X selama periode Maret sampai Mei 2026," ungkap Indri dikutip Senin (21/9).

Fenomena Algorithmic Trust: Publik Lebih Percaya AI

 Berdasarkan analisis eigenvector centrality, akun AI @grok dan akun @prabowo muncul sebagai simpul dengan tingkat interaksi paling tinggi. Namun, posisi teratas yang dipegang oleh agen kecerdasan buatan menunjukkan adanya fenomena Algorithmic Trust.

Fenomena ini menggambarkan kecenderungan masyarakat untuk menjadikan AI sebagai verifikator akhir informasi ketika tingkat kepercayaan terhadap sumber manusia atau institusi resmi dinilai menurun.

"Temuan tersebut menunjukkan bahwa perhatian dalam percakapan mengenai MBG di X tidak tersebar secara merata, tetapi terdapat aktor tertentu yang menjadi pusat perhatian atau interaksi dalam jaringan," jelas Indri.

Diskusi Terfragmentasi dalam Gelembung Kecil

Struktur jaringan dalam penelitian ini mencatatkan nilai modularity sebesar 0,9837. Angka ekstrem ini menandakan bahwa percakapan tidak terbagi menjadi dua kubu besar yang berlawanan, melainkan terfragmentasi secara masif.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore