
Ilustrasi aksi protes menentang perkembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (Futurism)
JawaPos.com - Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin Dario Amodei, memperluas operasi keamanannya dengan membangun sistem pemantauan yang tidak hanya mengantisipasi ancaman terhadap eksekutif dan fasilitas perusahaan, tetapi juga memantau aktivis yang menentang perkembangan pesat AI. Sistem itu bahkan diarahkan untuk memprediksi potensi insiden sebelum terjadi.
Temuan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan keamanan perusahaan teknologi AI dari sekadar merespons ancaman menjadi pengumpulan informasi secara proaktif. Pemantauan mencakup aktivitas protes di sekitar eksekutif maupun aset fisik Anthropic, sementara perusahaan juga disebut menerapkan pendekatan yang digambarkan sebagai "pre-crime", yakni mencoba memperkirakan insiden sebelum terjadi dan, dalam kasus tertentu, melaporkan pihak yang dianggap mencurigakan kepada polisi.
Dilansir dari Futurism, Jumat (11/9/2026), laporan mengenai sistem tersebut pertama kali diungkap The American Prospect berdasarkan wawancara dengan pejabat keamanan senior Anthropic dan penelusuran sejumlah lowongan pekerjaan perusahaan. Salah satu gambaran paling jelas muncul dari wawancara antara Manajer Pusat Operasi Keamanan Global Anthropic Keon Ellison, Manajer Operasi Keamanan Zach Melvin, dan CEO perusahaan deteksi risiko Samdesk, James Neufeld.
Dalam wawancara itu, Ellison menceritakan perjalanan seorang eksekutif Anthropic ke sebuah kota besar ketika Samdesk memberi informasi mengenai rencana aksi protes. Jadwal demonstrasi kemudian dimajukan satu jam akibat persoalan izin kepolisian.
"Samdesk memberi kami pemberitahuan sekitar 60 menit sebelumnya bahwa penyelenggara protes memajukan waktunya," kata Ellison. Informasi tersebut memungkinkan Anthropic mengubah rute perjalanan eksekutif dan mengarahkannya melalui pintu layanan hotel.
"Tambahan waktu satu jam itu sangat penting. Tanpanya, eksekutif kami akan meninggalkan pertemuan dan langsung berada di tengah gangguan," lanjut Ellison. Dia kemudian menyimpulkan, "Situasi yang semula berpotensi menjadi sangat menegangkan benar-benar dapat diredam melalui deteksi dini dari Samdesk dan pemberian informasi tersebut."
Operasi itu tidak berhenti pada pemantauan aksi massa. Anthropic juga mulai rutin melaporkan ancaman kepada kepolisian di berbagai wilayah Amerika Serikat. Kepada The Wall Street Journal pada Juli, perusahaan mengatakan, "Kami melacak perilaku yang mengkhawatirkan dari waktu ke waktu melalui proses pemantauan individu yang menjadi perhatian, sehingga kami dapat menangkap pola eskalasi sejak dini."
The American Prospect mencatat sejumlah orang yang kemudian dilaporkan kepada polisi sebelumnya sudah dipantau tim keamanan Anthropic.
Kasus lain memperlihatkan bagaimana pendekatan tersebut diterapkan pada pengguna Claude. Pada Agustus, Anthropic melaporkan seorang pria kepada polisi San Francisco setelah pria itu mengatakan kepada chatbot Claude bahwa dirinya memiliki senapan AR-15 dan menempatkan Amodei "dalam bidikannya".
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022