
Adobe menghadapi babak baru ketika AI mengguncang bisnis perangkat lunak kreatifnya (Business Insider)
JawaPos.com - Adobe memasuki fase baru ketika kecerdasan buatan mulai mengubah fondasi industri perangkat lunak kreatif yang selama puluhan tahun menjadi kekuatannya. Setelah lebih dari 18 tahun dipimpin Shantanu Narayen, perusahaan menunjuk Anil Chakravarthy sebagai presiden sekaligus CEO baru mulai 1 Desember 2026, sementara Narayen beralih menjadi executive chair.
Pergantian itu tidak sekadar rotasi pucuk pimpinan. Adobe juga menghadapi tekanan pasar yang semakin besar untuk membuktikan bahwa produk seperti Photoshop, Illustrator, dan Creative Cloud tetap memiliki nilai ketika teknologi generatif AI memungkinkan pengguna menghasilkan gambar dan video berkualitas tinggi dengan keterampilan teknis yang jauh lebih sedikit.
Dilansir dari TheStreet, Senin (7/9/2026), saham Adobe turun hampir 7 persen pada Jumat (4/9), setelah perusahaan mengumumkan pergantian CEO dan pengunduran diri David Wadhwani, kepala divisi kreativitas dan produktivitas Adobe. Saham Adobe sebelumnya telah merosot lebih dari 21 persen sepanjang 2025 dan kembali turun sekitar 18 persen pada 2026 hingga sebelum perdagangan Jumat.
Baca Juga:Mark Zuckerberg Tolak Proposal Regulator AI Nasional dalam Pembicaraan Pribadi dengan Donald Trump
Chakravarthy bergabung dengan Adobe pada 2020 setelah sebelumnya menjabat CEO Informatica. Dia pernah memimpin bisnis Digital Experience, operasi lapangan global, lalu Customer Experience Orchestration.
Pengalaman tersebut relevan dengan arah Adobe yang semakin mengandalkan AI berbasis agen untuk membantu perusahaan mempersonalisasi interaksi dengan pelanggan. Narayen menyebutnya sebagai "pemimpin transformasional" dengan pengetahuan mendalam mengenai bisnis Adobe.
Namun, perubahan itu berlangsung bersamaan dengan keluarnya Wadhwani, yang hampir lima tahun memimpin bisnis kreativitas dan produktivitas Adobe dan sempat dipandang sebagai kandidat CEO. Artinya, Adobe bukan hanya mengganti figur di puncak, tetapi juga kehilangan salah satu eksekutif yang berada dekat dengan bisnis kreatif yang paling langsung menghadapi perubahan akibat AI.
Tantangan utamanya adalah bagaimana Adobe mengubah investasi AI menjadi pertumbuhan tanpa menggerus model bisnis berlangganan yang selama ini menjadi sumber pendapatan berulang. Perusahaan telah memperluas Firefly dan fitur generatif AI ke Photoshop serta rangkaian Creative Cloud. Di sisi lain, Canva, Figma, dan platform AI baru ikut menurunkan hambatan bagi pengguna untuk membuat konten digital.
Tekanan tersebut tercermin dalam penilaian Wall Street. Morgan Stanley pada Juli menurunkan rekomendasi Adobe menjadi Underweight dari Equalweight dan memangkas target harga dari USD 365 menjadi USD 240, atau setara sekitar Rp6,44 juta menjadi Rp4,23 juta per saham dengan kurs Rp17.640 per dolar AS.
Kekhawatirannya mencakup strategi freemium, yakni model layanan dengan fitur dasar gratis dan fitur lebih lengkap berbayar, pergantian pimpinan, peningkatan investasi AI, serta risiko Creative Cloud tergantikan sebagian oleh AI generatif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022