
Dario Amodei, CEO Anthropic, dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos (Fortune)
JawaPos.com - CEO Anthropic Dario Amodei mengakui adanya krisis kepercayaan terhadap kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas dampak teknologi tersebut. Dia mengatakan masyarakat kini cenderung mencurigai perusahaan teknologi dan pemerintah yang mengembangkan serta mengatur AI.
Dalam unggahan panjang di X pada Sabtu (15/8/2026), Amodei, yang biasanya jarang menggunakan media sosial, membantah anggapan bahwa dirinya menjadi penyebab pesimisme publik terhadap AI. Namun, dia mengakui persoalan kepercayaan memang nyata. Menurutnya, masyarakat tidak hanya mempertanyakan risiko AI, tetapi juga mencurigai kepentingan perusahaan dan pemerintah yang mengembangkannya.
Dilansir dari Fortune, Senin (17/8/2026), Amodei mengatakan, "Saya pikir ini pada dasarnya adalah krisis kepercayaan. Masyarakat biasa tidak mempercayai perusahaan, pemerintah, atau industri teknologi dan selalu menduga bahwa kami sedang menyiapkan cara baru untuk merugikan mereka." Dia menilai ketidakpercayaan itu telah terbentuk selama puluhan tahun dan AI kini menjadi bagian terbaru dari persoalan tersebut.
Baca Juga:Model AI OpenAI dan Anthropic Gunakan Identitas Palsu, Tipu Developer dalam Uji Keamanan di Inggris
Tak hanya itu, Amodei menolak pilihan seolah-olah AI hanya dapat dikendalikan dengan memusatkan teknologi pada segelintir perusahaan dan politisi atau, sebaliknya, menyebarkannya melalui model terbuka. Dia menilai AI secara struktural memang cenderung memusatkan kekuasaan karena hukum peningkatan skala, yakni kemampuan model menjadi lebih baik ketika sumber daya komputasi yang digunakan semakin besar.
Karena itu, menurut Amodei, model dengan bobot terbuka memang dapat memperluas akses, tetapi tidak otomatis menghapus konsentrasi kekuasaan. Kendali tetap dapat bergeser kepada pihak yang memiliki kapasitas komputasi dan cip terbesar. Dia mendukung aturan yang sekaligus mengatasi risiko siber, biologis, dan risiko AI yang menyimpang dari tujuan manusia, membatasi kekuatan perusahaan AI terdepan, serta tetap memberi ruang bagi model terbuka dengan pengamanan khusus.
Dalam kerangka itu, Amodei mendukung pembentukan lembaga pengawas yang menyerupai FINRA dan pendekatan pemerintahan Donald Trump terhadap pengujian AI. Dia juga menegaskan Anthropic selama ini mendukung kebijakan yang dapat memperlambat perusahaan AI terdepan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pesaing yang lebih kecil.
Namun, persoalan kepercayaan juga berkaitan dengan cara para pemimpin AI berbicara tentang dampak teknologi. Amodei sebelumnya pernah memperingatkan AI dapat menghilangkan hingga 50 persen pekerjaan kerah putih. Namun belakangan ini, Amodei melunakkan pandangan tersebut dan menyebut otomatisasi sebagai pengganda produktivitas.
"Jika AI mengotomatisasi 90 persen pekerjaan, manusia masih mengerjakan 10 persen sisanya. Namun, 10 persen itu dapat berkembang hingga mencakup seluruh pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia," kata Amodei kepada Fortune pada Mei. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 10 kali lipat.
Perubahan sikap serupa juga terlihat pada CEO OpenAI Sam Altman. Fortune mencatat Amodei dan Altman mulai melunakkan peringatan mengenai dampak AI terhadap pekerjaan saat OpenAI dan Anthropic bersiap menuju penawaran umum perdana (IPO). Namun, Amodei menilai citra AI tidak akan membaik hanya melalui kampanye pemasaran. Klaim bahwa AI dapat menyembuhkan kanker, misalnya, justru akan dianggap sebagai upaya menipu publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022