
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Bakti Komdigi) mulai menyiapkan strategi Exit Strategy untuk mengalihkan pengelolaan infrastruktur internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang dinilai telah mencapai tingkat kematangan tertentu.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bakti menjaga keberlanjutan pembangunan konektivitas digital. Wilayah yang sudah memiliki tingkat kemandirian dan kematangan layanan akan ditawarkan kepada operator, vendor, maupun mitra lain agar dapat mengambil alih pengelolaannya.
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, lembaganya tidak berperan sebagai operator telekomunikasi. Bakti bertugas sebagai agensi yang melakukan serta mengelola pembiayaan pembangunan infrastruktur, sementara jaringan inti atau core network dimiliki oleh operator seluler di Indonesia.
Menurut perempuan yang akrab disapa Indah tersebut, keberlanjutan menjadi salah satu prinsip utama dalam pembangunan infrastruktur Bakti. Selain keberlanjutan masyarakat, aspek kualitas layanan, skalabilitas UMKM, hingga keberlangsungan industri juga menjadi perhatian.
"Prinsip pembangunan di Bakti itu seperti kaki meja tenis meja. Ada empat kaki. Pertama adalah keberlanjutan masyarakat karena hal ini akan membantu adopsi dan inklusi. Kedua, kualitas layanan. Ketiga, mendorong skalabilitas UMKM. Keempat, dan tidak kalah penting, adalah keberlanjutan industri. Jangan sampai pemerintah hadir justru mematikan lahan komersial,” kata Indah di Jakarta, Rabu (12/8).
“Karena keberhasilan pemerintah dalam Universal Service Obligation bukan diukur dari seberapa lama kami berada di sana, tetapi seberapa cepat kami bisa melakukan exit dari lokasi tersebut. Artinya, masyarakat sudah bisa mandiri,” imbuhnya.
Exit Strategy tersebut disiapkan agar kehadiran pemerintah tidak berlangsung tanpa batas di wilayah yang sudah mampu berkembang secara mandiri. Dengan pengalihan kepada pelaku industri, infrastruktur yang telah dibangun diharapkan tetap berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan layanan secara komersial.
Dalam upaya memperluas akses internet di berbagai daerah, Bakti Komdigi mengelola sejumlah infrastruktur telekomunikasi strategis secara terintegrasi. Infrastruktur tersebut mencakup jaringan berbasis satelit, serat optik, hingga jaringan seluler di kawasan 3T.
Adapun dibutuhkan anggaran sekitar Rp7,8 triliun setiap tahun untuk menjaga keberlangsungan operasional dan layanan infrastruktur telekomunikasi di daerah yang belum terjangkau operator komersial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022