Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 18.31 WIB

Komdigi Percepat Roadmap 5G, Target Cakupan Nasional pada 2029 demi Ekonomi AI

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mendorong pemerintah mempercepat pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai kebutuhan infrastruktur telekomunikasi kini semakin erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi digital yang ditopang AI.

Pemerintah pun menargetkan cakupan layanan 5G semakin luas hingga mendekati seluruh wilayah Indonesia pada 2029. Langkah tersebut dipandang penting agar jaringan telekomunikasi nasional mampu mengimbangi kebutuhan layanan digital generasi berikutnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail mengatakan konektivitas telah berkembang menjadi elemen penting yang menopang produktivitas, inovasi, dan daya saing bangsa, tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi.

"Roadmap 5G harus kita percepat. Kita berharap pada 2029 cakupan 5G di Indonesia terus berkembang sampai ke pelosok-pelosok tanah air. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut," ujar Ismail dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (05/08/2026).

Ia menjelaskan Indonesia saat ini telah memiliki infrastruktur digital yang menjadi modal kuat untuk pengembangan tahap selanjutnya. Salah satunya adalah jaringan serat optik nasional yang telah melampaui satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai wilayah kepulauan.

Dengan fondasi tersebut, fokus pembangunan kini bergeser dari sekadar memperluas jangkauan menuju peningkatan kapasitas, kualitas, dan keandalan jaringan agar siap melayani kebutuhan teknologi digital masa depan.

"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI," katanya.

Menurut Ismail, kemajuan AI turut mengubah orientasi bisnis industri telekomunikasi. Jika sebelumnya layanan operator lebih berpusat pada penyediaan bandwidth, kini jaringan harus mampu mendukung komputasi awan berbasis AI, komputasi berkinerja tinggi (high performance computing), Internet of Things (IoT), hingga beragam aplikasi digital yang meningkatkan efisiensi di berbagai sektor.

"Dulu operator menjual bandwidth. Sekarang infrastruktur harus mampu mendukung layanan AI cloud dan berbagai aplikasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," ujarnya.

Untuk mendukung percepatan implementasi jaringan 5G, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan minat investasi operator telekomunikasi. Salah satunya melalui penyediaan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan skema biaya yang dinilai lebih kompetitif.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore