
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa perkembangan teknologi komputasi kuantum berpotensi menghadirkan tantangan baru bagi keamanan siber Indonesia.
Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah praktik harvest now, decrypt later. Dalam skenario tersebut, pelaku siber mencuri data yang saat ini masih terlindungi enkripsi, kemudian menyimpannya hingga teknologi komputasi kuantum berkembang dan memungkinkan data tersebut dibuka.
Pelaku tidak perlu memiliki kemampuan untuk mendekripsi informasi yang dicuri saat serangan berlangsung. Data cukup dikumpulkan dan disimpan untuk kemudian dimanfaatkan ketika teknologi yang dibutuhkan sudah tersedia.
“Ada data-data yang sudah mereka curi, mereka enggak bisa buka, karena sudah ada enkripsinya. Cuma data itu dia simpan, diambil,” ujar Wamen Nezar dalam ITSEC Cyber & AI Academy Grand Launching di Jakarta Selatan, Senin (10/8).
Menurut Nezar, potensi tersebut membuat strategi perlindungan data harus mulai disiapkan untuk menghadapi kemampuan teknologi yang belum tersedia secara luas saat ini.
Sistem keamanan digital, kata dia, tidak bisa hanya dirancang berdasarkan kemampuan komputasi yang ada sekarang. Indonesia juga perlu mempersiapkan teknologi kriptografi yang tetap aman ketika komputer kuantum memiliki kemampuan untuk memecahkan algoritma enkripsi konvensional.
“Kita juga harus bersiap-siap, terutama untuk keamanan data kita, untuk sistem kriptografi kita, itu adalah post-quantum cryptography,” tegasnya.
Persiapan tersebut dinilai penting karena informasi yang berhasil dicuri hari ini masih dapat mempunyai nilai strategis pada masa mendatang. Karena itu, rancangan infrastruktur dan arsitektur digital harus mulai memperhitungkan potensi ancaman dari teknologi kuantum.
Selain komputasi kuantum, perubahan pola serangan siber juga menjadi perhatian pemerintah. Pengalaman serangan ransomware yang menyasar Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 pada Juni 2024 menjadi salah satu pembelajaran dalam mengevaluasi sistem keamanan digital pemerintah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
