
Ilustrasi tambang. (Istimewa)
JawaPos.com - Industri pertambangan mulai mengandalkan kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengadopsi sistem berbasis AI dan cloud untuk memodernisasi pengelolaan bisnisnya.
Melalui implementasi SAP S/4HANA Cloud Public Edition dalam program SAP GROW, BRMS memusatkan data operasional agar dapat dipantau secara real-time. Implementasi yang dikerjakan bersama Accenture selama lima bulan itu mencakup lima entitas legal di Grup BRMS dan hampir 100 proses bisnis end-to-end.
"BRMS berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas operasional kami guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan," ujar Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. Agoes Projosasmito dalam keterangannya, Jumat (7/8).
"Didukung oleh SAP dan Accenture, kami memodernisasi sistem dan proses bisnis untuk membangun organisasi yang lebih terintegrasi dan adaptif. Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional, memperkuat pengambilan keputusan, serta mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang," lanjut dia.
Implementasi SAP GROW membantu BRMS menstandarkan proses bisnis di seluruh grup perusahaan. Dengan sistem berbasis cloud, perusahaan memiliki lingkungan data operasional yang lebih terpusat sehingga dapat meningkatkan tata kelola, transparansi, konsistensi proses, hingga kualitas pengambilan keputusan.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, BRMS juga menerapkan model operasional pengadaan (procurement) hibrida untuk mendukung ekspansi bisnis di berbagai fungsi dan entitas pada masa mendatang.
Baca Juga: AI Kini Bisa Merancang Virus Baru, Ilmuwan Peringatkan Potensi Manfaat Sekaligus Ancaman Biologis
Implementasi ini dibarengi program manajemen perubahan organisasi yang mencakup migrasi data, pelatihan berbasis peran, hingga berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesiapan karyawan dalam mengadopsi sistem baru.
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, mengatakan perusahaan saat ini membutuhkan fondasi digital yang mampu menghadirkan otomatisasi serta analisis data secara lebih cepat di tengah meningkatnya kompleksitas operasional.
"Di tengah meningkatnya kompleksitas operasional dan tuntutan terhadap organisasi yang semakin lincah dan transparan, keberadaan digital core modern menjadi fondasi yang sangat penting bagi perusahaan," kata Sianto Wongjoyo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022