
Ilustrasi: Fasilitas data center sangat dibutuhkan di tengah perkembangan ekosistem digital saat ini. (TechFunnel)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail menekankan pentingnya ASEAN mempertahankan ekosistem digital yang terbuka, aman, saling terhubung, dan inklusif di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Ismail saat membuka 2026 ADGSOM-ATRC Joint Working Group Meeting di Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/7).
"ASEAN berada di dalam lingkungan global yang semakin kompleks yang ditandai oleh lanskap geopolitik, persaingan teknologi, dan rantai pasokan yang terus berkembang, dan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai keamanan siber, kedaulatan digital, dan tata kelola teknologi baru," jelasnya.
Menurut Ismail, kondisi global tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan ASEAN harus mampu menjaga ekosistem digital yang tetap aman, inklusif, dan mampu mengakomodasi berbagai kepentingan negara anggota.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menilai ASEAN perlu memperkuat komitmen dalam menjaga sentralitas kawasan, mempererat solidaritas antarnegara anggota, serta memperluas kerja sama yang konstruktif dengan para mitra strategis.
Ia menjelaskan, sinergi antarnegara di kawasan menjadi faktor penting agar transformasi digital tidak hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga mendukung stabilitas kawasan, memperkuat pertumbuhan ekonomi, mendorong inovasi, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Dengan bekerja sama, ASEAN dapat terus memastikan bahwa transformasi digital menjadi pendorong stabilitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan bagi kawasan ASEAN dengan tetap melindungi kepentingan bersama di dunia yang semakin saling terhubung,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ismail menyebut pelaksanaan tahun pertama ASEAN Digital Master Plan 2030 (ADM 2030) menjadi momentum penting dalam memperkuat agenda transformasi digital kawasan untuk lima tahun ke depan.
Ia mengatakan, dokumen tersebut dirancang sebagai pedoman strategis agar negara-negara ASEAN mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat sekaligus merespons berbagai tantangan baru di era digital.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
