Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 00.50 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Pendanaan USD 17 Miliar dari AIIB Bukan Utang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (kanan) saat konferensi pers penindakan peti kemas pakaian bekas ilegal di Buffer Area TPS CDC Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (kanan) saat konferensi pers penindakan peti kemas pakaian bekas ilegal di Buffer Area TPS CDC Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar USD 17 miliar bukan merupakan utang.

Purbaya menjelaskan, dana tersebut merupakan proyek financing atau metode pendanaan jangka panjang untuk proyek infrastruktur atau industri berskala besar.

"AIIB itu kan ngasih USD 17 miliar bukan ngutang, itu proyek financing sebetulnya," ujar Purbaya dalam jumpa media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6).

Purbaya mengatakan, pendanaan itu akan menarik orang untuk investasi di Indonesia. Investasi itu ditujukan untuk mendanai proyek produktif seperti pembangunan infrastruktur.

Selain itu, Purbaya mengklaim kalau pendanaan dari AIIB memiliki bunga lebih rendah dan dapat digunakan hingga tahun 2029. Meski begitu, ia tidak merinci bunga yang digunakan oleh pendanaan tersebut.

"Itu available bisa diambil sampai 2029. Mereka bilang kalau proyeknya ada, ya sudah langsung cairkan," ujarnya.

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa pemerintah akan mengizinkan AIIB untuk membuka kantor cabang di Indonesia dan menyediakan aset berupa tanah dan bangunan untuk AIIB sebagai timbal balik.

Purbaya berharap kantor cabang AIIB di Indonesia bisa digunakan sebagai pusat pelayanan mereka untuk membantu negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Kan saya juga punya aset-aset yang enggak terpakai. Enggak apa-apa biar mereka punya kantor cabang di sini. Sehingga ASEAN dilayani nanti dari Jakarta, maunya saya begitu," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore