Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 18.55 WIB

Komdigi: ASEAN Harus Perkuat Ekosistem Digital di Tengah Persaingan Teknologi Global

Ilustrasi: Fasilitas data center sangat dibutuhkan di tengah perkembangan ekosistem digital saat ini. (TechFunnel) - Image

Ilustrasi: Fasilitas data center sangat dibutuhkan di tengah perkembangan ekosistem digital saat ini. (TechFunnel)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail menekankan pentingnya ASEAN mempertahankan ekosistem digital yang terbuka, aman, saling terhubung, dan inklusif di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Ismail saat membuka 2026 ADGSOM-ATRC Joint Working Group Meeting di Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/7).

"ASEAN berada di dalam lingkungan global yang semakin kompleks yang ditandai oleh lanskap geopolitik, persaingan teknologi, dan rantai pasokan yang terus berkembang, dan kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai keamanan siber, kedaulatan digital, dan tata kelola teknologi baru," jelasnya.

Menurut Ismail, kondisi global tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan ASEAN harus mampu menjaga ekosistem digital yang tetap aman, inklusif, dan mampu mengakomodasi berbagai kepentingan negara anggota.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menilai ASEAN perlu memperkuat komitmen dalam menjaga sentralitas kawasan, mempererat solidaritas antarnegara anggota, serta memperluas kerja sama yang konstruktif dengan para mitra strategis.

Ia menjelaskan, sinergi antarnegara di kawasan menjadi faktor penting agar transformasi digital tidak hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga mendukung stabilitas kawasan, memperkuat pertumbuhan ekonomi, mendorong inovasi, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Dengan bekerja sama, ASEAN dapat terus memastikan bahwa transformasi digital menjadi pendorong stabilitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan bagi kawasan ASEAN dengan tetap melindungi kepentingan bersama di dunia yang semakin saling terhubung,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ismail menyebut pelaksanaan tahun pertama ASEAN Digital Master Plan 2030 (ADM 2030) menjadi momentum penting dalam memperkuat agenda transformasi digital kawasan untuk lima tahun ke depan.

Ia mengatakan, dokumen tersebut dirancang sebagai pedoman strategis agar negara-negara ASEAN mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat sekaligus merespons berbagai tantangan baru di era digital.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore