
Tren cloud computing berbekal AI saat ini sedang naik daun. (ScaleGrid)
JawaPos.com - Proses migrasi sistem perusahaan ke layanan cloud selama ini dikenal memakan waktu lama, bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan. Selain membutuhkan sumber daya teknologi yang besar, proses tersebut juga dinilai memiliki risiko operasional yang tidak sedikit, terutama bagi perusahaan yang masih mengandalkan sistem identitas berbasis on-premises atau legacy.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini diklaim mampu memangkas proses tersebut secara signifikan. Dengan mengotomatisasi sebagian besar tahapan modernisasi, termasuk proses yang selama ini paling rumit dan menyita waktu, perpindahan sistem ke cloud disebut dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.
Selain mempercepat proses implementasi, pendekatan tersebut juga diklaim mampu mengurangi risiko selama migrasi, mempercepat perusahaan memperoleh manfaat dari infrastruktur cloud, sekaligus mengurangi berbagai pekerjaan manual yang sebelumnya harus dilakukan oleh tim engineering.
Salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi perusahaan dalam melakukan migrasi menuju cloud adalah kebutuhan tenaga ahli dalam jumlah besar untuk menerjemahkan konfigurasi, alur kerja, hingga kebijakan yang telah lama digunakan ke dalam sistem baru. Proses tersebut tidak hanya memerlukan waktu panjang, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional apabila tidak dilakukan secara tepat.
Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan untuk menerjemahkan konfigurasi tersebut secara otomatis. Dengan pendekatan tersebut, aplikasi, alur kerja, hingga proses provisioning dapat dipetakan ke dalam lingkungan cloud sehingga perusahaan memiliki kesempatan melakukan validasi terlebih dahulu sebelum proses modernisasi dijalankan.
Pendekatan ini dinilai berbeda dengan metode lift-and-shift yang selama ini umum digunakan dalam migrasi cloud. Alih-alih sekadar memindahkan sistem lama ke lingkungan baru, AI memungkinkan perusahaan melihat bagaimana aplikasi dan proses identitas akan berjalan di lingkungan cloud sebelum implementasi dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keyakinan organisasi sekaligus meminimalkan potensi kendala selama proses migrasi.
Peluncuran teknologi tersebut dilakukan oleh perusahaan keamanan identitas SailPoint melalui solusi terbaru bernama Agentic Acceleration, metodologi berbasis AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat perpindahan dari sistem identitas legacy berbasis on-premises menuju Identity Security Cloud.
Teknologi tersebut ditenagai oleh SailPoint Virtual Architect, kapabilitas AI yang dikembangkan berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang keamanan identitas serta ribuan implementasi pada perusahaan berskala besar di berbagai negara. Solusi tersebut berfungsi sebagai mesin modernisasi yang mampu menerjemahkan konfigurasi, alur kerja, dan kebijakan lama menjadi fondasi cloud yang siap digunakan.
President SailPoint Matt Mills mengatakan pendekatan tersebut tidak hanya mempercepat proses migrasi, tetapi juga mengubah cara perusahaan mengadopsi layanan cloud.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
