
Logo WhatsApp, aplikasi pesan instan milik Meta yang kini diguncang gugatan terkait dugaan kelalaian dalam perlindungan data pengguna (Dok. The Guardian)
JawaPos.com - WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan layanan penyimpanan cloud terenkripsi end-to-end atau ujung-ke-ujung miliknya sendiri. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, khususnya untuk cadangan chat, foto, video, hingga file yang dibagikan lewat aplikasi.
Kehadiran layanan baru tersebut pun memunculkan pertanyaan, apakah pengguna nantinya perlu beralih dari Google Drive dan iCloud?
Selama ini, pengguna WhatsApp di Android mengandalkan Google Drive untuk mencadangkan data, sementara pengguna iPhone menggunakan iCloud. Ke depan, WhatsApp disebut akan menghadirkan sistem cloud internal yang memungkinkan pengguna menyimpan data langsung di layanan milik WhatsApp tanpa sepenuhnya bergantung pada penyedia pihak ketiga.
Baca Juga:Mewaspadai Penyakit Zoonosis yang Bisa Sebabkan Wabah, Mulai dari Malaria Hingga Hantavirus
Seperti dilansir dari Talk Android, Meta selaku induk perusahaan WhatsApp menyebut layanan ini akan tetap menggunakan standar privasi yang sama seperti sistem pesan WhatsApp saat ini. Seluruh data yang tersimpan bakal dilindungi enkripsi ujung-ke-ujung secara otomatis, sehingga isi file maupun percakapan tidak dapat diakses pihak lain, termasuk Meta sendiri.
Untuk menjaga keamanan akun, pengguna nantinya akan diberikan beberapa pilihan metode autentikasi, mulai dari PIN, kata sandi biasa, hingga kunci enkripsi 64 digit. Opsi tersebut disiapkan agar dapat digunakan baik oleh pengguna umum maupun mereka yang menginginkan perlindungan keamanan lebih tinggi.
Dari informasi yang beredar, WhatsApp disebut berencana menawarkan paket penyimpanan 50 GB dengan biaya sekitar USD 1,10 per bulan atau setara sekitar Rp18 ribuan. Harga tersebut hampir setara dengan layanan iCloud milik Apple.
Selain paket berbayar, WhatsApp juga dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi gratis sebesar 2 GB, meski belum dipastikan apakah fitur itu akan tersedia untuk seluruh pengguna atau hanya pelanggan layanan tertentu.
Saat ini, Meta masih menguji layanan cloud tersebut kepada sejumlah pengguna terpilih. Detail terkait harga, kapasitas, hingga jadwal peluncuran resmi pun masih berpotensi berubah sebelum dirilis secara luas melalui pembaruan WhatsApp mendatang.
Langkah Meta menghadirkan layanan cloud sendiri dinilai bukan hanya untuk meningkatkan privasi pengguna, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekosistem perusahaan. Dengan menyediakan layanan penyimpanan internal, Meta dapat mengurangi ketergantungan terhadap Google dan Apple sekaligus mempertahankan pengguna tetap berada di platform mereka.
Meski Meta mengklaim tidak bisa mengakses isi data yang tersimpan, perusahaan kemungkinan tetap dapat melihat metadata tertentu seperti kapasitas penyimpanan yang digunakan, frekuensi pencadangan, dan struktur file, sebagaimana lazim terjadi pada layanan cloud lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
