Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 01.10 WIB

Jeff Bezos Bertaruh pada AI Sains Inggris, CuspAI Jadi Medan Baru Perebutan Teknologi Material Dunia

Jeff Bezos berinvestasi di CuspAI (Financial Times) - Image

Jeff Bezos berinvestasi di CuspAI (Financial Times)

JawaPos.com - Investasi besar di sektor kecerdasan buatan mulai mengalir ke bidang yang berpotensi mengubah industri manufaktur dan sains global. Jeff Bezos menjadi salah satu investor yang menangkap peluang tersebut melalui dukungannya terhadap CuspAI, perusahaan rintisan asal Inggris yang memanfaatkan AI untuk mempercepat penemuan material baru bagi berbagai kebutuhan industri berteknologi tinggi.

Pendanaan senilai 400 juta dolar AS, atau sekitar Rp7,13 triliun dengan kurs Rp17.830 per dolar AS, mendorong valuasi CuspAI melambung menjadi 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp46,36 triliun. Transaksi itu sekaligus mencerminkan semakin besarnya perhatian investor terhadap penerapan AI di sektor riil, mulai dari industri semikonduktor dan dirgantara hingga otomotif serta pengembangan teknologi energi masa depan.

Dilansir dari Financial Times, Kamis (18/6/2026), Bezos ikut serta dalam putaran pendanaan tersebut melalui Bezos Expeditions, kantor investasi keluarga pendiri Amazon itu, bersama perusahaan modal ventura Silicon Valley, Kleiner Perkins. Kesepakatan itu akan mendongkrak valuasi CuspAI lebih dari empat kali lipat dibanding valuasi 520 juta dolar AS pada September tahun lalu, meski proses transaksi disebut masih menunggu penyelesaian akhir. 

CuspAI berbasis di Cambridge dan didirikan oleh Chad Edwards serta Max Welling, profesor pembelajaran mesin di University of Amsterdam yang dikenal sebagai pelopor penerapan AI dalam sains. Perusahaan itu juga mendapat dukungan sejumlah tokoh terkemuka, di antaranya Geoffrey Hinton, Yann LeCun, dan mantan Kepala BP, Lord John Browne, sebagai penasihat. 

Menjelaskan visi perusahaannya, Welling menyatakan, "Bayangkan sebuah mesin pencari yang tidak hanya untuk material yang sudah ada, tetapi untuk seluruh molekul dan material yang mungkin tercipta. AI kami dapat menghasilkan dan mengevaluasi material baru sesuai kebutuhan," menggambarkan ambisi CuspAI memperluas batas penemuan ilmiah.

Pendekatan itu diwujudkan melalui teknologi inverse design atau desain terbalik, yakni metode yang memulai proses dari sifat material yang diinginkan sebelum AI mencari dan menguji berbagai kemungkinan struktur secara digital.

Welling menjelaskan, "Misalnya, Anda dapat meminta material yang mampu mengikat karbon dioksida secara selektif dalam kondisi tertentu. AI kemudian menghasilkan, mengevaluasi, dan mengoptimalkan struktur molekul yang memenuhi kriteria tersebut," sehingga proses penelitian yang lazimnya memakan waktu bertahun-tahun berpotensi dipercepat menjadi hitungan bulan.

Jangkauan teknologinya pun luas. Pelanggan CuspAI antara lain produsen peralatan cip ASML, Meta, dan Hyundai. Selain itu, perusahaan kimia Finlandia, Kemira, memanfaatkan sistem CuspAI untuk mengembangkan material penyaring PFAS atau "bahan kimia abadi" dari air minum. Dalam proyek tersebut, AI menyaring sekitar 300 triliun kemungkinan struktur material menjadi 20 desain yang kini memasuki tahap pengembangan lanjutan. 

Investasi Bezos pada CuspAI juga sejalan dengan ambisi besarnya di sektor AI industri. Financial Times menyebut langkah itu terpisah dari perannya sebagai salah satu pemimpin Prometheus, perusahaan AI yang bertujuan membangun "artificial general engineer" atau sistem AI yang dapat mempercepat proses desain dan manufaktur berbagai produk fisik. Prometheus sendiri telah menghimpun pendanaan sekitar 12 miliar dolar AS dan memiliki valuasi 41 miliar dolar AS. 

Sementara itu, CuspAI sebelumnya telah mengumpulkan lebih dari 220 juta dolar AS dari sejumlah investor, termasuk dana kekayaan negara Singapura, Temasek, serta perusahaan modal ventura NEA. Masuknya Bezos memperkuat posisi Inggris, khususnya Cambridge dan London, sebagai salah satu pusat pertumbuhan AI dunia yang menarik minat investor global di tengah persaingan teknologi antara Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore