Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 13.57 WIB

Blank Spot Masih Jadi Tantangan, Komdigi Andalkan Satelit LEO untuk Daerah Terpencil

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mempercepat penghapusan wilayah blank spot dengan mengombinasikan berbagai teknologi konektivitas seperti jaringan fiber optik, pembangunan Base Transceiver Station (BTS), hingga pemanfaatan satelit untuk menjangkau kawasan 3T serta area nonkomersial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan satelit Low Earth Orbit (LEO) menjadi salah satu alternatif penting untuk memperluas akses internet di daerah terpencil maupun lokasi terdampak bencana yang sulit dijangkau jaringan telekomunikasi berbasis darat.

“LEO itu salah satu opsi. Jadi ada banyak pilihan, mulai dari fiber optik hingga BTS, tergantung kondisi lapangan di daerah 3T tersebut,” ujar Wamen Nezar saat menerima audiensi Obviously Sustainable di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (22/5).

Ia menuturkan pemerintah terus melakukan kajian terhadap teknologi yang paling sesuai untuk mempercepat pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia.

Namun demikian, Nezar menegaskan bahwa penggunaan teknologi LEO bukan untuk menggantikan seluruh infrastruktur telekomunikasi yang telah ada saat ini.

“LEO ini juga punya beberapa keterbatasan. Kalau ada gangguan atau terhalang awan, latensinya akan terpengaruh. Tapi dia efektif sekali di laut atau pegunungan,” jelasnya.

Menurut Nezar, layanan berbasis satelit orbit rendah tersebut sudah pernah diterapkan secara terbatas untuk mendukung komunikasi di wilayah bencana maupun daerah yang benar-benar belum tersentuh jaringan telekomunikasi konvensional.

“Kita sudah coba di wilayah bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar waktu itu. Perangkat LEO dibagikan ke daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau sama sekali dan komunikasinya bagus sekali. Kita bisa terhubung, bahkan bisa digunakan untuk video call,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur digital nasional tetap akan mengandalkan perpaduan berbagai teknologi konektivitas, mulai dari fiber optik, BTS, hingga satelit, yang disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak kawasan pegunungan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore