Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 01.35 WIB

AI Ancam Dominasi Ekonomi Indonesia Rp5.900T, Infrastruktur Digital Wajib Diperkuat

ALE AI Forum 2026 bertajuk Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) di Jakarta. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

ALE AI Forum 2026 bertajuk Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) di Jakarta. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital di berbagai sektor industri mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang aman, andal, dan siap mendukung pemanfaatan teknologi AI.

Berdasarkan data Gartner, nilai belanja global untuk AI diperkirakan mencapai USD 2,5 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi USD 3,3 triliun pada 2027.

Investasi terbesar diproyeksikan berasal dari sektor infrastruktur AI, diikuti layanan dan perangkat lunak berbasis AI.

Sementara di Indonesia, investasi AI diprediksi mampu memberikan kontribusi hingga USD 366 miliar atau setara dengan Rp 5.900 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2030, terutama dari sektor manufaktur, e-commerce, dan layanan keuangan.

Novse Hardiman, Country Leader Alcatel-Lucent Indonesia, mengatakan, AI kini bukan lagi sekadar visi untuk masa depan, melainkan menjadi kebutuhan bisnis bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif, lincah, dan tangguh.

Hal ini disampaikannya pada ALE AI Forum 2026 bertajuk Enabling Indonesia’s Intelligent Digital Infrastructure yang diselenggarakan pada Kamis (21/5) di Jakarta.

“Kami ingin membantu organisasi di Indonesia lebih memahami cara mengadopsi AI secara strategis dengan membangun infrastruktur digital yang cerdas, aman, terukur, dan berbasis data. Di Alcatel-Lucent, kami berkomitmen untuk menyederhanakan kompleksitas operasional sekaligus memungkinkan inovasi dalam skala besar melalui jaringan yang aman, otomatisasi cerdas, dan solusi komunikasi terintegrasi,” ujar Novse Hardiman, Country Leader Alcatel-Lucent Indonesia.

Melalui solusi berbasis AI, Alcatel-Lucent membantu perusahaan memperbarui infrastruktur digital lewat pengelolaan jaringan yang lebih pintar, otomatisasi sistem, analitik data, hingga komunikasi yang lebih aman.
 
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan digital, mengoptimalkan performa data center, serta mempercepat penerapan AI di berbagai sektor bisnis.
 
Di tengah meningkatnya volume data dan kompleksitas sistem digital, infrastruktur yang siap AI kini menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas operasional, keamanan siber, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
 
Selain menghadirkan solusi teknologi, forum ALE AI Forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyedia teknologi, pelaku usaha, dan sektor publik dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia.
 
“Perusahaan yang mampu berkembang di masa depan adalah mereka yang bisa memanfaatkan AI untuk mendukung transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional,” ujar Novse.
 
Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pemimpin bisnis, hingga mitra teknologi untuk membahas perkembangan AI, jaringan pintar, dan teknologi data center modern.
 
Peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan ekosistem AI di Indonesia, implementasi AI di berbagai industri, hingga demonstrasi teknologi terintegrasi untuk mendukung efisiensi jaringan dan pengelolaan data berskala besar.
Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore