Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 03.02 WIB

Mengenal Alat MRI Terkini Berbasis AI, 60 Persen Lebih Tajam untuk Tangani Kasus Penyakit Kompleks

MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero dengan berbasis Artificial Intelligence (AI). (Nurul Adriyana) - Image

MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero dengan berbasis Artificial Intelligence (AI). (Nurul Adriyana)

JawaPos.com – Penanganan pasien di dunia kedokteran memang perlu ditunjang dengan teknologi terkini. Sebab, selain keahlian dokter yang mumpuni, teknologi bisa membantu memberikan diagnosis tepat untuk penanganan pasien lebih lanjut.

Salah satunya lewat sistem pemindaian MRI, yang memang dikenal sangat membantu penegakan diagnosis yang presisi. Seiring dengan perkembangannya, MRI kini lebih ‘tajam’ dalam MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero dengan berbasis Artificial Intelligence (AI).

Diungkapkan Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MRI dengan teknologi terbaru memang sangat membantu dokter khususnya dalam menangani diagnosis kasus-kasus kompleks secara lebih cepat, tepat, dan akurat. 

“Seperti kasus gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker), efisiensi waktu dan ketajaman gambar menjadi faktor penentu, memerlukan pencitraan medis dengan tingkat akurasi,” ujar dr. Margareth dalam peluncuran MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero dengan berbasis Artificial Intelligence (AI).

Lantas, apa saja keunggulan MRI Tesla 3.0 dibandingkan MRI konvensional?

Dikatakan dr. Thio Ananda Steven, Sp. Rad., Dokter Spesialis Radiologi, MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero tentunya lebih unggul. Tapi bukan berarti MRI dengan teknologi sebelumnya tidak bagus. Hanya saja, bisa mempertajam dan mempercepat diagnosis, sehingga tindakan lanjutan untuk pasien bisa cepat dilakukan.

Sebut saja, MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero hadir dengan desain bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas. Ini memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman dan minim rasa cemas/panik (klaustrofobia). Terlebih, diperkuat dengan teknologi berbasis Artificial Intellegence (AI) melalui AIR™ Recon DL dan Sonic DL™, yang mampu menghasilkan kualitas pencitraan lebih tajam, meningkatkan akurasi diagnostik, serta mempercepat proses proses akuisisi, termasuk pada organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung. 

“Hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien. Ini membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien,” ujarnya.

Lalu, evaluasi berbagai kondisi medis yang membutuhkan pencitraan detail sangat terbantu. Misal pada bidang syaraf (neuro), teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang. 

Lalu pada bagian jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu. Sementara pada bidang ortopedi, teknologi ini bermanfaat untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore