
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid Desak Platform Global Tingkatkan Pengawasan Konten. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pemerintah tidak ingin lagi hanya menerima laporan sepihak dari platform digital global terkait pengawasan konten di Indonesia.
Pemerintah kini mulai mendorong perusahaan platform untuk membuka informasi mengenai kapasitas pengawasan mereka secara lebih transparan, termasuk jumlah moderator konten hingga sistem pengendalian yang digunakan dalam menangani konten berbahaya di ruang digital Indonesia.
Menurut Meutya, selama ini banyak platform digital belum mampu memberikan penjelasan rinci mengenai kemampuan mereka dalam mengawasi konten judi online, pornografi, hoaks kesehatan, hingga disinformasi yang beredar di Indonesia.
“Kita minta transparansi, kita minta penjelasan mengenai sumber daya pengawasan mereka. Sampai saat ini ketika kita sidak misalnya sebagai contoh Meta, mereka belum dapat menjelaskan kepada kita berapa banyak orang yang mereka rekrut untuk melakukan pengawasan ruang digital di Indonesia,” kata Meutya di Jakarta, Selasa (19/5).
Ia menyebut tingkat kepatuhan platform digital terhadap permintaan moderasi konten dari pemerintah saat ini baru berada di kisaran 20 persen. Artinya, mayoritas permintaan pemutusan akses terhadap konten bermasalah belum segera ditindaklanjuti oleh platform digital.
Menurut Meutya, kondisi tersebut tidak dapat terus dibiarkan mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di dunia.
Dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar, pemerintah meminta platform global tidak hanya memanfaatkan Indonesia sebagai pasar pengguna, tetapi juga menghadirkan sistem pengawasan yang memadai.
Meutya menilai lemahnya pengawasan platform turut berdampak pada tingginya penyebaran konten berbahaya di ruang digital.
Pemerintah mencatat masih maraknya konten judi online, deepfake pornografi, penipuan digital, hingga hoaks kesehatan yang kerap terlambat ditangani oleh platform.
"Jadi, ini on going prosesnya, kita terus meminta platform untuk melakukan kepatuhan-kepatuhan ini, termasuk memiliki kantor perwakilan. Ini aturan bakunya memang belum ada, jadi saat ini belum ada kewajiban untuk para platform membuat kantor perwakilan khusus," jelas Menkomdigi.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
