
Ilustrasi Artificial Intelligence. (Freepik)
JawaPos.com - Indonesia mulai mengarahkan ulang kebijakan digitalnya, tidak lagi sebatas mengadopsi teknologi, tetapi berupaya lebih jauh untuk mengendalikan serta menentukan arah pengembangan kecerdasan artifisial (AI) agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini bukan lagi soal tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sebaliknya, fokusnya adalah bagaimana mengubah optimisme publik terhadap teknologi menjadi hasil konkret yang bisa dirasakan secara luas.
“Bukan pada potensinya, melainkan pada konversinya. Bagaimana kita mengubah antusiasme menjadi dampak nyata?” ujarnya dalam Forum Huawei Enterprise Indonesia Partner Summit 2026 di Jakarta Selatan, dikutip Minggu (3/5).
Hal ini disampaikan di tengah tingginya penerimaan masyarakat terhadap AI, di mana sekitar 76 persen warga menilai teknologi tersebut lebih banyak membawa manfaat dibandingkan risikonya.
“Dengan momentum yang kita miliki saat ini, Indonesia tidak pernah kekurangan ambisi. Yang kita alami sekarang adalah kurangnya ketelitian, khususnya saat kita menavigasi era AI di mana laju perkembangan tidak menunggu siapa pun,” tuturnya.
Dalam situasi tersebut, pemerintah menegaskan tekadnya untuk mengubah posisi Indonesia dalam ekosistem global, dari sekadar pengguna teknologi menjadi pihak yang mampu merancang arah dan kepentingannya sendiri dalam pengembangan AI.
“Kami berkomitmen untuk membentuk jalan ke depan agar dapat beralih dari pengguna AI yang optimis menjadi arsitek strategis kedaulatan AI kita," tandas Wamen Nezar Patria.
Sebagai langkah strategis, pemerintah menempatkan tata kelola sebagai fondasi utama dengan menyiapkan peta jalan AI nasional. Dokumen ini dirancang sebagai panduan agar pengembangan AI berlangsung secara etis, inklusif, dan tetap mendorong inovasi.
“Peta jalan AI nasional kami berfungsi sebagai fondasi strategis, visi hidup yang memandu pengembangan AI di Indonesia agar beretika, inklusif, dan didorong oleh inovasi," ungkapnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
