
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tidak tercerabut dari identitas dan budaya bangsa.
Ia menyebut, pengembangan AI tidak cukup hanya mengandalkan teknologi global, melainkan perlu mencerminkan cara pandang serta nilai sosial masyarakat Indonesia.
“Kami menginginkan AI berdaulat dengan budaya dan nilai-nilai sosial kami juga,” ujarnya dalam diskusi bersama peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Kantor Pusat Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (24/4).
Nezar menjelaskan, pemerintah telah menetapkan arah yang jelas dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam pengembangan dan pemanfaatan AI di berbagai sektor.
“Kami menetapkan Pancasila sebagai norma yang harus dirujuk oleh semua pengembang AI, perusahaan, atau lembaga yang ingin mengadopsi kecerdasan buatan ini,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi dari luar, tetapi juga mampu menciptakan teknologi yang sesuai dengan konteks sosialnya sendiri. Ia menambahkan bahwa setiap negara memiliki sistem nilai dan perspektif yang berbeda, yang tidak selalu bisa sepenuhnya diterjemahkan dalam teknologi global.
“Kita memiliki nilai dan cara pandang sendiri yang tidak selalu bisa diterjemahkan secara langsung. Ini harus menjadi bagian dari pengembangan teknologi kita,” ujarnya.
Dalam perspektif global, Nezar juga menyoroti dominasi negara maju dalam perkembangan teknologi, yang berpotensi menempatkan negara berkembang hanya sebagai pasar. Karena itu, Indonesia mendorong kolaborasi yang memberi ruang bagi negara berkembang untuk turut membangun teknologi.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi ikut membentuknya sesuai dengan kebutuhan dan nilai kita,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah telah merampungkan penyusunan peta jalan nasional AI sebagai pedoman lintas sektor. “Dokumen peta jalan AI nasional telah diserahkan ke Sekretariat Negara dan kami menunggu penetapan sebagai peraturan presiden,” ujarnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
