
Ilustrasi AI dan inovasi smartphone cerdas. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai landasan tata kelola nasional. Regulasi ini dirancang untuk mendorong inovasi, sekaligus memastikan pengembangan teknologi berlangsung secara etis, transparan, dan akuntabel.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail, menyatakan bahwa aturan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya di Indonesia.
“Ke depan, Indonesia berencana memperkenalkan Peraturan Presiden tentang Artificial Intelligence. Regulasi ini akan memberikan kerangka tata kelola yang jelas untuk mendorong pengembangan AI yang etis, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan inovasi dapat terus tumbuh dalam lingkungan yang tepercaya,” ujar Ismail dalam forum The 2nd Hiroshima AI Process (HAIP) Friends Group di Tokyo, Jepang, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, teknologi AI memiliki potensi besar dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas layanan publik. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat sejumlah tantangan seperti penyebaran misinformasi dan deepfake, potensi bias dan diskriminasi, hingga ancaman terhadap privasi data dan keamanan siber.
Oleh karena itu, Indonesia menilai bahwa pengembangan AI harus dilakukan dengan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan mitigasi risiko.
Pendekatan ini mencakup pengembangan AI yang berfokus pada manusia (human-centered AI), penguatan kolaborasi multipihak, serta pembangunan pondasi ekosistem digital melalui infrastruktur, tata kelola data, dan pengembangan talenta digital.
“Bagi Indonesia, kecerdasan artifisial bukan hanya tentang kemajuan teknologi, tetapi bagaimana inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup manusia,” kata Ismail.
Selain itu, pemerintah juga tengah merampungkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional sebagai panduan strategis dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan kompetitif. Peta jalan ini akan memuat berbagai prinsip etika, seperti inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, keberlanjutan, aksesibilitas, serta penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual.
Ismail menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan adopsi AI adalah kepercayaan.
“Membangun kepercayaan terhadap AI membutuhkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas, perlindungan data dan privasi yang kuat, serta pengelolaan risiko yang efektif dalam pemanfaatan teknologi AI,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022