Menkomdigi Meutya Hafid ingatkan perempuan punya peran dalam pencegahan judi online. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan bahwa tingginya tingkat adopsi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia perlu diiringi dengan peningkatan produktivitas nasional, penciptaan nilai tambah ekonomi, serta penguatan daya saing di tingkat global.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa saat ini tingkat adopsi teknologi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen. Meski demikian, pemanfaatan AI untuk mendorong kegiatan produktif dan menghasilkan nilai ekonomi dinilai masih belum optimal.
“Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim, inilah mengapa hari ini kita berbahagia melihat kelahiran dari startup-startup baru,” ujar Meutya dalam acara kelulusan program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan mitra global yang bertujuan mempercepat peningkatan kompetensi talenta digital nasional melalui proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan.
Dalam satu tahun sejak diluncurkan melalui kerja sama Kemkomdigi dan Google Indonesia, program Google for Startups Accelerator telah meluluskan 63 startup, yang terdiri dari 43 perusahaan rintisan tahap awal (early stage) dan 20 startup pada tahap Series A.
“Enam puluh tiga startup nasional yang lulus program ini bukanlah angka yang kecil. Bahkan dilaporkan ada 2.500 startup aktif di Indonesia yang sudah berkontribusi langsung untuk memberikan nilai ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa startup merupakan motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Meutya.
Ia juga mendorong para pelaku startup untuk memandang Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Pasifik. Dari total populasi sekitar 278 juta jiwa, sebanyak 80,66 persen atau lebih dari 230 juta penduduk telah terhubung dengan internet.
Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah melampaui USD 80 miliar dan diproyeksikan akan menembus lebih dari USD 130 miliar pada 2025.
“Pertumbuhan ini bukan terjadi secara alami. Ia didorong inovasi teknologi, transformasi sektor tradisional, dan yang paling utama adalah SDM digital Indonesia yang membawa pertumbuhan ekonomi tinggi dan terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.
Meutya pun mengajak talenta digital Tanah Air untuk terus menghadirkan inovasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu menjadi pusat lahirnya teknologi baru, khususnya di bidang AI.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital, Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub sebagai wadah kolaborasi bagi startup berbasis AI dengan perusahaan teknologi global serta investor modal ventura. “Kita ingin bergerak dari sekadar digital market menjadi AI innovation hub di ASEAN,” ujar Meutya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
