Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2026, 19.51 WIB

Internet Jadi Kebutuhan Vital Saat Bencana Layaknya Banjir Sumatera, Komdigi Dorong Peran Komunitas

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, melakukan peninjauan langsung ke Posko Monitoring Telekomunikasi di Bandara Soekarno-Hatta. (dok.Komdigi) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, melakukan peninjauan langsung ke Posko Monitoring Telekomunikasi di Bandara Soekarno-Hatta. (dok.Komdigi)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mendorong para pegiat internet komunitas untuk tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait pemanfaatan teknologi, khususnya dalam kondisi darurat.

Ajakan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri kegiatan School of Community Networks Indonesia yang digelar di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Nezar menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara mempertahankan konektivitas ketika jaringan komunikasi dan pasokan listrik mengalami gangguan. Ia menilai, masyarakat perlu dikenalkan pada solusi teknologi alternatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur konvensional.

"Kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, mungkin ada terobosan teknologi di tengah keadaan darurat. Walaupun kita menggunakan Starlink, tapi jika energinya tidak ada, kita mungkin bisa menggunakan panel surya untuk bisa terkoneksi," ujar Nezar.

Menurutnya, internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar layaknya udara, keberadaannya sering luput disadari, namun perannya sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai vital konektivitas tersebut baru benar-benar dirasakan ketika akses komunikasi terputus, seperti yang dialami sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatera.

"Di daerah bencana, ternyata selain air, makanan, dan listrik, telekomunikasi menjadi kebutuhan yang sangat luar biasa. Begitu internet terputus, kita baru sadar kita dalam keadaan yang kritis," katanya.

Berkaca pada pengalaman penanganan pascabencana banjir di Provinsi Aceh, Nezar mengungkapkan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari sungai yang meluap akibat pendangkalan hingga terputusnya jembatan yang mengisolasi daerah tertentu, seperti Bener Meriah dan Bireuen.

Situasi tersebut berdampak pada terhambatnya perbaikan jaringan listrik dan menara BTS yang rusak, sehingga keterlibatan komunitas lokal menjadi elemen krusial dalam proses pemulihan.

"Strategi pemulihan jaringan telekomunikasi dalam keadaan bencana harus melibatkan semua stakeholder. Tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah saja, karena dalam keadaan darurat, partisipasi semua pihak menjadi sangat strategis," jelas Nezar.

Ia pun menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak guna mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang inklusif dan berkelanjutan.

"Apa yang rekan-rekan lakukan sangat penting dalam rangka memperkuat ketangguhan infrastruktur telekomunikasi kita. Pemerintah membuka kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan nasional no one left behind dalam transformasi digital bisa tercapai," tutup Nezar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore