
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan skema bantuan bagi korban bencana di Sumatera. Tito menjelaskan, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta serta bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta.
“Kalau untuk rusak berat, otomatis mereka mendapatkan dua jenis bantuan ini, yaitu total Rp 8 juta,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera itu menjelaskan, bagi rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, bantuan tetap dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan. Misalnya, rumah rusak sedang yang perabotannya turut terdampak dapat memperoleh bantuan perabotan sebesar Rp 3 juta.
Hal serupa juga jika rumah mengalami rusak ringan tetapi lahan pertanian atau sawah terdampak, pemiliknya bisa mendapatkan bantuan stimulan ekonomi Rp 5 juta.
“Yang rusak ringan dan sedang itu stimulan ekonomi juga dapat diberikan. Karena di lapangan bisa saja rumahnya rusak sedang tapi perabotan rusak, sehingga bisa diberikan bantuan Rp 3 juta. Sama juga mungkin rumahnya rusak ringan tapi sawahnya rusak, itu bisa diberikan bantuan ekonomi Rp 5 juta,” jelasnya.
Tito menegaskan, pendataan untuk kategori rusak ringan dan sedang masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Pendataan tersebut mencakup kondisi perabotan rumah tangga maupun usaha kecil seperti warung yang terdampak.
“Nah ini yang sedang dalam tahap pendataan dari pemda-pemda. Tapi yang rusak berat otomatis mereka mendapatkan biaya perabotan dan ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta Menteri Sosial segera mengeksekusi anggaran yang telah disiapkan agar bantuan bisa segera diterima masyarakat.
“Ini kami mohon nanti Bapak Mensos bisa eksekusi anggaran tersebut,” tegas Tito.
Selain itu, pemerintah menyalurkan dana tunggu hunian bagi korban yang tidak ingin tinggal di hunian sementara (huntara). Besarannya Rp 1,8 juta untuk tiga bulan.
Tito mengungkapkan, realisasi penyaluran dana tersebut di sejumlah daerah sudah mendekati 100 persen. Di Provinsi Aceh tercatat telah tersalurkan 93,87 persen, di Sumatera Utara 99,47 persen, dan di Sumatera Barat mencapai 97,17 persen.
Seluruh bantuan, lanjutnya, ditransfer langsung kepada penerima berdasarkan data yang telah divalidasi Badan Pusat Statistik (BPS).
“Ini semua ditransfer by name by address sesuai dengan data yang sudah divalidasi BPS,” pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
