Ilustrasi AMD FSR Redstone. (AMD)
JawaPos.com - Selama bertahun-tahun, AI identik dengan aplikasi produktivitas. Di CES 2026, AMD mengubah sudut pandang itu. AI kini jadi bagian penting ekosistem gaming.
AMD mengumumkan pembaruan besar pada FidelityFX Super Resolution. Versi terbarunya diberi nama kode FSR “Redstone.” Fitur ini membawa upscaling berbasis machine learning.
Upscaling adalah teknik menaikkan resolusi gambar. Mirip DLSS milik NVIDIA. Bedanya, FSR Redstone lebih terbuka. Bisa dipakai lintas platform AMD.
AMD juga merilis teknologi Frame Generation. Frame baru disisipkan di antara frame asli. Hasilnya gameplay terasa lebih halus. Latensi tetap rendah.
Bagi gamer awam, efeknya sederhana saja. FPS meningkat tanpa harus ganti GPU mahal. Tetapi secara teknis, prosesnya kompleks.
Driver AMD Software Adrenalin Edition 25.12.1 jadi kunci utama. Semua fitur FSR terintegrasi di dalamnya. Gamer cukup update driver. Tanpa perlu konfigurasi ribet.
Adrenalin Edition sendiri adalah software pengendali GPU Radeon. Fungsinya mirip control center. Dari sini pengguna bisa mengatur performa. Mengatur Radeon Anti-Lag. Juga Radeon Chill.
Istilah Anti-Lag penting untuk gamer kompetitif. Fitur ini mengurangi jeda input. Input berarti respons klik mouse atau tekan keyboard. Semakin kecil jeda, semakin cepat reaksi di game.
Selain visual, AMD memperkenalkan ROCm 7.2 untuk Windows dan Linux. ROCm biasanya dikenal di dunia AI dan HPC. HPC berarti High Performance Computing. Kini platform itu makin ramah pengguna PC rumahan.
Dengan ROCm, pengembang bisa membuat aplikasi AI lokal. Bahkan menjalankan model bahasa besar offline. AMD ingin ekosistem AI dan game saling terhubung.
Di sisi gamer, integrasi ini membuka kemungkinan menarik. Misalnya fitur AI-based noise suppression. Atau AI image enhancement saat merekam gameplay. Semua bisa jalan langsung dari NPU. Tanpa membebani core CPU.
AMD menegaskan bahwa software sama pentingnya dengan hardware. “FSR Redstone menghadirkan visual yang lebih tajam, performa yang lebih halus, dan prediksi perilaku cahaya yang lebih cerdas. AMD memberikan pengalaman gaming yang lebih imersif melalui inovasi berbasis AI,” tulis AMD di rilis yang diterima JawaPos.com.
Jadi, AMD ingin membangun platform gaming AI full-stack. Dari prosesor Ryzen AI. Dari GPU Radeon. Hingga driver Adrenalin dan ROCm.
Bagi pembaca Jawa Pos, angle ini relevan sekali. Banyak gamer Indonesia memakai Radeon. Mereka akan langsung merasakan manfaat FSR.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022