Ponsel Nokia 3310 dengan logo Nvidia di latar belakang, menampilkan permainan Snake sebagai simbol dominasi Nokia sebelum bertransformasi ke infrastruktur AI global (Financial Times)
JawaPos.com - Nokia, perusahaan teknologi asal Finlandia yang pernah menjadi simbol kejayaan ponsel global, kembali mengambil posisi strategis dalam lanskap kekuatan teknologi dunia.
Setelah terpukul oleh disrupsi iPhone dan ekosistem Android lebih dari satu dekade lalu, Nokia kini muncul sebagai pemain penting dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global melalui kemitraan strategis dengan Nvidia.
Kemitraan bisnis membawa Nokia keluar dari pasar perangkat konsumen menuju peran baru sebagai penyedia infrastruktur jaringan dan pusat data bagi layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Di tengah derasnya investasi global pada pusat data, perusahaan ini mengandalkan teknologi jaringan optik dan sistem pengelolaan data untuk memperkuat posisinya di industri teknologi dunia.
Dilansir dari Financial Times, Senin (5/1/2026), Nvidia menjalin kemitraan strategis dengan Nokia melalui investasi senilai USD 1 miliar, atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan kurs Rp 16.710 per dolar AS, untuk mengambil sekitar 2,9 persen saham Nokia. Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis AI, termasuk penerapan AI pada jaringan akses radio dan infrastruktur data pusat.
Transformasi tersebut kontras dengan masa lalu Nokia. Pada puncak kejayaannya pada akhir 2000-an, nada dering khas Nokia diperkirakan diputar sekitar 1,8 miliar kali per hari di seluruh dunia. Namun, kegagalan membaca pergeseran menuju ponsel pintar berbasis layar sentuh dan ekosistem aplikasi membuat dominasi itu runtuh, hingga akhirnya Nokia menjual bisnis perangkatnya kepada Microsoft pada 2014 senilai 5,4 miliar euro, setara Rp 105,6 triliun dengan kurs Rp 19.560 per euro.
Chief Executive Nokia saat ini, Justin Hotard, menilai kemampuan beradaptasi sebagai fondasi utama perusahaan. "Nokia memiliki warisan panjang dalam beradaptasi. Ada kesadaran bahwa masalah yang kami selesaikan kemarin tidak selalu sama dengan tantangan yang harus kami jawab hari ini. Kemampuan untuk bergeser dan menyesuaikan diri itu sudah menjadi sesuatu yang alami bagi Nokia," ujarnya kepada Financial Times.
Selain itu, peralihan Nokia ke infrastruktur AI ditopang oleh ekspansi strategis yang telah dilakukan sebelumnya. Perusahaan ini mengakuisisi penyedia jaringan optik asal Amerika Serikat, Infinera, senilai USD 2,3 miliar, atau sekitar Rp 38,4 triliun, untuk memperkuat posisi di jaringan pusat data dan transmisi berkecepatan tinggi yang menjadi fondasi pengembangan kecerdasan buatan.
Sementara itu, bagi Nvidia, kemitraan membuka peluang untuk memperluas penerapan teknologi AI ke sektor telekomunikasi global. Dalam pernyataan resminya, Nvidia menyatakan bahwa kerja sama ini akan "mempercepat penerapan kecerdasan buatan pada jaringan telekomunikasi dan meningkatkan efisiensi operasional operator di seluruh dunia."
Dampak langsung dari arah baru terlihat di pasar. Saham Nokia melonjak setelah pengumuman kemitraan itu, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam memanfaatkan siklus pertumbuhan AI. Sejalan dengan itu, lembaga pemeringkat Moody's mengubah prospek Nokia menjadi positif, dengan menyoroti penguatan bisnis jaringan dan pusat data.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan risiko volatilitas investasi AI dan ketatnya persaingan dengan pemain global lain di sektor jaringan dan pusat data. Tantangan itu menunjukkan bahwa kebangkitan Nokia belum tentu linear dan masih bergantung pada eksekusi strategi jangka panjang.
Namun, perjalanan Nokia dari perusahaan yang terpukul oleh kehadiran iPhone dan perubahan arah industri ponsel hingga menjadi bagian penting dari infrastruktur AI global menegaskan satu hal: dalam ekonomi teknologi dunia, kemampuan untuk bertransformasi sering kali lebih menentukan daripada kejayaan masa lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022