
Ilustrasi panel surya indoor yang memanfaatkan cahaya lampu dalam ruangan untuk menghasilkan energi bagi perangkat elektronik. (The Cool Down)
JawaPos.com — Inovasi ilmuwan Taiwan dalam teknologi tenaga surya indoor kini dinilai sebagai langkah besar yang berpotensi mengubah arah masa depan energi global.
Tim peneliti dari National Yang Ming Chiao Tung University berhasil menciptakan sel surya berbahan dasar perovskit yang mampu mengonversi lebih dari 36 persen cahaya buatan, seperti LED, menjadi energi listrik. Capaian ini dianggap sebagai tonggak penting dalam riset energi terbarukan modern.
Dilansir dari The Cool Down, Jumat (14/11/2025), penelitian ini membuka peluang baru bagi perangkat elektronik, sensor, dan alat pemantau kesehatan di dalam ruangan untuk beroperasi tanpa baterai konvensional. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi eksternal sekaligus memangkas limbah elektronik dalam skala besar.
“Dampak dari pengembangan ini jauh melampaui aspek kenyamanan. Panel surya ini dapat membantu mengurangi limbah elektronik dengan menggantikan baterai pada jutaan perangkat yang selama ini membutuhkan penggantian atau pengisian ulang secara berkala,” tulis Cyrene Oraya Reyes dari Happy Eco News.
Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan perovskit, material yang menjanjikan dalam mengubah cahaya menjadi listrik dengan efisiensi tinggi, meskipun masih memiliki tantangan dalam hal daya tahan.
Menurut laporan Solar Magazine, panel perovskit umumnya hanya mampu bertahan beberapa tahun, sementara panel silikon konvensional dapat berumur lebih dari tiga dekade. Untuk mengatasi hal ini, tim ilmuwan melakukan penyempurnaan molekuler pada agen pengikat dan menambahkan zat aditif yang dapat menstabilkan ion tak diinginkan, sehingga meningkatkan efisiensi transport muatan listrik sekaligus memperpanjang umur sel.
Penelitian tersebut dianggap sebagai strategi perlindungan material yang menjanjikan untuk meningkatkan kinerja perangkat penangkap cahaya dalam ruangan berperforma tinggi. Langkah ini juga memperluas cakrawala inovasi energi terbarukan yang selama ini lebih banyak berfokus pada ladang panel surya luar ruangan dan turbin angin berskala besar.
Dalam skala global, peningkatan teknologi tenaga surya indoor menjadi penting di tengah naiknya biaya energi yang melampaui inflasi dan lonjakan permintaan listrik dari pusat data.
Menurut NPR, konsumsi energi pusat data diperkirakan melonjak hingga 165 persen pada 2030, sehingga sistem tenaga surya dalam ruangan dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik sekaligus menekan emisi karbon dari pembangkit berbahan bakar fosil.
Selain efisiensi, pendekatan ini juga membawa manfaat lingkungan. Happy Eco News menekankan, “Di Taiwan, mengganti baterai dengan energi berbasis cahaya dapat membantu membatasi risiko lingkungan”. Hal ini sejalan dengan temuan University of Texas at Dallas, yang memperingatkan bahwa pembuangan baterai litium-ion secara tidak tepat dapat menimbulkan bahaya toksik serius bagi tanah dan air.
Meski hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para ilmuwan mengakui masih terdapat tantangan besar dalam meningkatkan kinerja sel pada kondisi cahaya rendah agar siap dikomersialkan. Namun, kemajuan ini telah menjadi simbol optimisme baru dalam riset energi bersih.
Inovasi tenaga surya indoor dari Taiwan tersebut bukan sekadar penemuan laboratorium, tetapi cerminan pergeseran paradigma menuju masa depan energi yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dari ruang-ruang tertutup hingga ekosistem digital global, terobosan ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat benar-benar membentuk ulang arah transformasi energi dunia. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
