Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 22.50 WIB

Ilmuwan Sukses Bikin Virus untuk Atasi Bakteri Pakai AI, Picu Kekhawatiran Serius

Ilustrasi AI. (Freepik/Ann) - Image

Ilustrasi AI. (Freepik/Ann)

JawaPos.com - ​Sebuah terobosan ilmiah signifikan telah dicapai di Stanford dan Arc Institute, di mana peneliti berhasil memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merancang virus yang mampu mengatasi bakteri. 

Inilah demonstrasi pertama di mana AI digunakan untuk menciptakan seluruh genom virus dari ketiadaan, menandai pergeseran dari modifikasi biologis menjadi kreasi digital murni dalam biologi sintetik.

​Sistem AI yang dikembangkan, bernama Evo, dilatih menggunakan data komprehensif dari dua juta genom virus berbeda. Pendekatan ini menyerupai model bahasa besar, namun diterapkan pada data biologis. Ketika para peneliti menginstruksikan Evo untuk mendesain versi baru dari virus sederhana (phage) yang disebut phiX174, sistem tersebut menghasilkan 302 cetak biru genetik yang sepenuhnya orisinal. 

Secara luar biasa, enam belas dari desain yang dihasilkan AI tersebut terbukti layak secara biologis di laboratorium dan berhasil menginfeksi bakteri E. coli.

​Brian Hie, yang memimpin laboratorium tersebut, menggambarkan momen ini dengan kalimat yang merangkum gabungan keajaiban dan realitas. “Ini seperti menyaksikan kode digital menjadi biologi,” kata Brian Hie seperti dikutip dari Gizmochina.

​Potensi praktis dari penemuan ini sangat besar, terutama dalam bidang medis. Teknologi ini menawarkan jalur baru yang sangat presisi untuk mengembangkan terapi melawan infeksi yang resistan terhadap antibiotik, sebuah krisis kesehatan global. 

AI berpotensi merancang virus (phage) yang sangat spesifik untuk menargetkan dan menghancurkan bakteri tertentu yang tidak lagi merespons pengobatan konvensional. Selain itu, virus rancangan AI dapat berfungsi sebagai vektor pengiriman untuk terapi gen, memberikan perbaikan genetik yang tepat sasaran.

​Namun, inovasi ini memicu kekhawatiran etika yang serius. J. Craig Venter, tokoh kunci dalam biologi sintetik, memperingatkan bahwa kemampuan yang sama berpotensi disalahgunakan untuk menciptakan patogen yang jauh lebih berbahaya.

​Saat ini, Evo hanya dilatih dengan data virus yang tidak berbahaya bagi manusia. Namun, prinsip dasar dari teknologi tersebut secara teoritis dapat dilatih ulang untuk merancang organisme yang lebih berbahaya jika materi pelatihan yang tidak tepat digunakan. 

Meskipun penciptaan sel sintetis utuh masih membutuhkan waktu karena kompleksitas genom, perusahaan bioteknologi seperti Ginkgo Bioworks sudah mengembangkan sistem otomatis yang mampu beralih dari desain AI ke organisme hidup tanpa intervensi manusia, menunjukkan bahwa batas antara desain digital dan realitas biologis sedang terkikis.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore