Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 19.44 WIB

Perlombaan Energi Fusi Global: Tiongkok Uji Robot Tahan Radiasi Terbesar Dunia untuk Wujudkan Proyek 'Matahari Buatan'

Ilustrasi uji coba robot tahan radiasi terbesar di dunia (Dok. Interesting Engineering)

JawaPos.com - Tiongkok kembali menunjukkan ambisinya dalam pengembangan energi nuklir berbasis fusi dengan menguji sistem robot tahan radiasi terbesar yang pernah dibuat. 

Robot ini dirancang untuk melakukan perawatan reaktor fusi masa depan, sebuah langkah penting menuju pencapaian proyek "matahari buatan" yang telah lama menjadi tujuan strategis negeri itu. Adapun sistem kendali jarak jauh dengan tiga lengan tersebut telah berhasil melewati evaluasi para ahli. 

Menurut Science and Technology Daily, lengan utama robot mampu mengangkat beban hingga 60 ton dengan tingkat presisi luar biasa, termasuk penempatan akurat dalam margin hanya 4 milimeter. Dengan kemampuan tersebut, kapasitasnya jauh melampaui sistem robotik lain yang saat ini digunakan dalam industri nuklir.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (24/9/2025), kemampuan robot ini bahkan mengungguli teknologi serupa dari Jepang. Mitsubishi Heavy Industries, misalnya, hanya memiliki lengan robot sepanjang 7 meter dengan beban maksimal 2 ton atau setara sekitar 4.410 pon. Perbandingan ini menegaskan keunggulan Tiongkok dalam menghadirkan teknologi kelas dunia untuk lingkungan ekstrem.

Selain lengan utama, dua lengan tambahan robot juga dirancang dengan fleksibilitas tinggi. Kedua lengan tersebut mampu kembali ke titik semula dengan akurasi ±0,01 milimeter. Fitur ini membuatnya masuk kategori sistem robotik paling presisi di bidang teknologi fusi.

Robot raksasa ini merupakan bagian dari proyek besar Comprehensive Research Facility for Fusion Technology (CRAFT), sebuah pusat penelitian yang menjadi fondasi pengembangan teknologi fusi di Tiongkok

Proyek ini dijuluki "Kuafu", merujuk pada tokoh mitologi Tiongkok yang legendaris karena berusaha menangkap matahari. Julukan itu dipilih untuk menggambarkan ambisi Tiongkok menciptakan "matahari buatan" melalui energi fusi. Fasilitas penelitian ini berlokasi di Hefei, Provinsi Anhui, dan dikelola oleh Institute of Plasma Physics di bawah naungan Chinese Academy of Sciences.

Peneliti utama proyek, Pan Hongtao, menekankan bahwa pengembangan ini bukanlah proses sederhana.

"Kami harus mengatasi tantangan besar terkait material, struktur robot, kemampuan sensor, sistem kendali, hingga keandalan. Hasilnya adalah mesin yang dapat beroperasi di lingkungan ekstrem dengan beban berat dan tingkat presisi yang belum pernah ada sebelumnya," ujarnya.

Teknologi yang lahir dari pengembangan robot ini diproyeksikan mendukung beroperasinya perangkat fusi generasi baru, baik di dalam negeri maupun internasional. Salah satunya adalah proyek Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak di Hefei yang ditargetkan rampung pada 2027, serta ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) di Prancis, proyek kolaborasi 35 negara yang juga menggunakan sistem robotik dengan kapasitas beban hingga 45 ton.

Lebih jauh, Pan menambahkan bahwa teknologi serupa dapat diaplikasikan di bidang lain.

"Penerapan teknologi ini dapat diperluas ke sektor perawatan pembangkit nuklir, kedirgantaraan, operasi mesin berat, hingga misi penyelamatan darurat," kata Pan menegaskan.

Saat ini, lebih dari 300 ilmuwan dan insinyur tengah terlibat dalam pengembangan CRAFT, yang diharapkan selesai pada akhir tahun. Dengan pencapaian ini, Tiongkok semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam perlombaan global menuju energi fusi yang aman, bersih, dan berkelanjutan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore