Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 15.52 WIB

AI-Powered English Training Diyakini Bisa Buat Standar Pelayanan Baru di Sektor Hospitality

Ilustrasi AI

JawaPos.com – Human Resources Association (HRA) Bali menyelenggarakan HR Convention (HRCon) 2025 di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, sebuah ajang tahunan yang mempertemukan lebih dari 350 pemimpin HR dan pimpinan bisnis sektor hospitality se-Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mendiskusikan arah baru kepemimpinan SDM di era regeneratif dan berkelanjutan.

Yasser Muhammad Syaiful selaku Managing Director ELSA Speak Indonesia dalam keterangan tertulisnya menekankan bahwa layanan ikonik dalam industri hospitality tidak hanya membangun guest satisfaction, tetapi juga mendorong loyalitas dan pertumbuhan pendapatan secara langsung..

Iconic service bukan hanya soal keramahan, tetapi bagaimana setiap interaksi meninggalkan kesan mendalam. Komunikasi efektif adalah inti dari pengalaman itu, dan di sinilah AI berperan untuk menghadirkan pelatihan untuk komunikasi bahasa Inggris yang personal, relevan, dan berdampak pada kinerja bisnis,” ujar Yasser.

Keberadaan ELSA di HR Convention 2025, kata Yasser, menjadi bukti kolaborasi antara pelaku teknologi edukasi dengan asosiasi profesional seperti HRA Bali, yang sejak 2012 telah menghimpun lebih dari 30.000 praktisi SDM pariwisata. Bagi Bali yang setiap tahun mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20 persen, peningkatan kualitas SDM melalui komunikasi berkelas dunia bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Menurut data United Nations World Tourism Organization (UNWTO), keterampilan bahasa Inggris yang kuat terbukti meningkatkan kualitas layanan dan ulasan positif, sementara riset Qualtrics memperingatkan potensi kerugian global hingga USD 4,7 triliun per tahun akibat layanan buruk.

Bahkan, studi Harvard menemukan bahwa penurunan satu bintang dalam rating hotel dapat mengurangi pendapatan tahunan hingga 10%.

"Fakta ini sejalan dengan survei ELSA di industri perhotelan, yang mengungkapkan bahwa 94,4% hotel di Indonesia belum pernah mengadopsi pelatihan bahasa Inggris berbasis AI yang hyper-personalized, padahal inefisiensi waktu, relevansi konten, dan keterbatasan skala pelatihan menjadi Top 3 tantangan utama yang dihadapi leaders di industri perhotelan," katanya.

ELSA menggunakan teknologi AI speech analyzer dan simulasi role-play kontekstual, yang memungkinkan karyawan berlatih sesuai dengan SOP hotel dan kebutuhan nyata di lapangan. Role-play ini memungkinkan seluruh karyawan hotel berlatih menghadapi real-world situation secara praktikal.

Contoh sederhana, bagi karyawan front office, ELSA AI dapat berperan sebagai tamu hotel dari luar negeri yang menyampaikan komplain, sehingga karyawan dapat langsung berlatih menangani kasus nyata sesuai standar kerja. Di sisi lain, kesibukan karyawan hotel di tengah tingkat okupansi yang tinggi tidak lagi menjadi hambatan, karena mereka tetap bisa belajar 24/7 melalui mobile phone kapan pun dibutuhkan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memberikan dampak positif bagi efektivitas program HR sekaligus kinerja bisnis hotel. Implementasi di berbagai jaringan hotel di Indonesia telah menunjukkan hasil konkret: peningkatan rata-rata 19 persen skor English Proficiency Score (EPS) hanya dalam 3 bulan, setara dengan peningkatan 2–3 level kemampuan bahasa (contoh, dari level intermediate ke level advanced).

“Teknologi tidak pernah menggantikan human touch yang menjadi ciri khas hospitality Bali. Justru dengan AI, kita memperkuat identitas itu dan memastikan bisnis dapat tumbuh berkelanjutan,” tutup Yasser.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore