
Elon Musk menegaskan perlunya peningkatan keamanan pribadi usai insiden pembunuhan aktivis politik Charlie Kirk. (Reuters)
JawaPos.com — Seruan peningkatan keamanan bagi Elon Musk kembali mengemuka setelah terbunuhnya aktivis politik Charlie Kirk. Para pemegang saham Tesla menilai perlindungan terhadap CEO sekaligus orang terkaya dunia itu belum sebanding dengan risiko yang dihadapinya, terutama setelah intensitas ancaman terhadap dirinya meningkat.
Dilansir dari Benzinga, Rabu (17/9/2025), Alexandra Merz, investor sekaligus aktivis pemegang saham Tesla yang dikenal di media sosial dengan nama @TeslaBoomerMama, secara terbuka mendesak dewan direksi untuk meningkatkan anggaran keamanan Musk.
“Tesla dan dewan, tolong tingkatkan pengamanan ini secara signifikan. Kami sudah mengirim surat kepada dewan lebih dari setahun lalu,” tulis Merz di platform X.
Musk kemudian merespons langsung permintaan tersebut dengan menekankan urgensi pengamanan. “Memang perlu ditingkatkan,” ujarnya menanggapi Cuitan Merz di X. Pernyataan itu mempertegas kekhawatiran bahwa situasi saat ini menuntut langkah lebih serius untuk melindungi dirinya.
Data yang dibagikan Merz menunjukkan Tesla mengalokasikan sekitar 3,3 juta dolar AS atau sekitar Rp54,6 miliar (mengacu kurs Rp16.410 per dolar AS) untuk keamanan Musk sepanjang Januari 2024 hingga Februari 2025, atau setara Rp3,8 miliar per bulan. Angka ini meningkat dari 2,9 juta dolar AS, yang jika dikonversi setara Rp48 miliar pada periode sebelumnya.
Namun, pengeluaran tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan Meta Platforms. Perusahaan induk Facebook itu menghabiskan sekitar 23,4 juta dolar AS (sekitar Rp384 miliar) untuk melindungi CEO Mark Zuckerberg pada tahun lalu—tujuh kali lipat dari anggaran Tesla bagi Musk.
New York Times sebelumnya melaporkan Musk menggunakan jasa Gavin de Becker and Associates, sekaligus mendirikan perusahaan keamanan sendiri bernama Foundation Security. Biaya pengamanan juga sebagian ditanggung oleh perusahaan lain yang dipimpinnya, termasuk SpaceX, meskipun jumlah pastinya tidak diungkap.
Kebutuhan pengamanan ekstra ini tidak terlepas dari meningkatnya peran politik Musk serta banyaknya serangan vandalisme terhadap kendaraan Tesla. Laporan Teslarati menyebut ancaman terhadap Musk meningkat di media sosial seperti Reddit dan Bluesky, terutama setelah kematian Kirk.
Sementara itu, otoritas Utah menetapkan Tyler Robinson sebagai tersangka pembunuhan Kirk. Dia ditahan tanpa jaminan atas dakwaan pembunuhan berencana, setelah seorang anggota keluarganya melapor ke pihak berwenang. Gubernur Utah Spencer Cox membenarkan bahwa informasi dari lingkaran keluarga Robinson menjadi kunci penyelidikan awal.
Sebagai perbandingan, Apple hanya menghabiskan sekitar 820 ribu dolar AS (sekitar Rp13,4 miliar) per tahun untuk keamanan CEO Tim Cook, sedangkan Amazon mengalokasikan 1,6 juta dolar AS (sekitar Rp26,2 miliar) untuk Jeff Bezos.
Perbedaan besar ini memperlihatkan bagaimana risiko keamanan yang dihadapi setiap tokoh teknologi global dapat sangat bervariasi, bergantung pada eksposur politik dan publik mereka. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022