
ASSA 2025 mendorong percepatan adopsi teknologi di dunia pendidikan, hingga perguruan tinggi. (Istimewa).
JawaPos.com-Transformasi pendidikan digital di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Mulai dari keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, hingga kesiapan guru dan dosen, dalam menguasai metode pembelajaran berbasis digital.
Di tengah situasi tersebut, Acer Smart School Awards (ASSA) 2025 diklaim hadir sebagai salah satu upaya mendorong percepatan adopsi teknologi di dunia pendidikan, dengan cakupan yang kini meluas hingga perguruan tinggi.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, ASSA tidak lagi sekadar ajang penghargaan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan nasional yang mengapresiasi sekaligus membekali sekolah, madrasah, hingga kampus dengan keterampilan digital.
Tahun ini, Acer menambahkan kategori School of The Year Award untuk perguruan tinggi dan Dosen Kreatif Award, di samping penghargaan bagi guru serta sekolah tingkat dasar hingga menengah.
Meski data menunjukkan lebih dari 6.800 sekolah dan pendidik telah mendaftar di ASSA sejak 2021, pemerataan kualitas pendidikan digital masih jauh dari kata tuntas. Banyak sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) kesulitan mengakses perangkat maupun jaringan internet yang stabil.
“ASSA selama lima tahun terakhir menjadi wadah percepatan transfer pengetahuan sekaligus adopsi teknologi di pendidikan. Dengan cakupan jenjang yang lebih luas, kami berharap manfaat inovasi berbasis teknologi bisa dirasakan lebih banyak pihak,” ujar Leny Ng, President Director Acer Indonesia melalui keterangannya.
Peluncuran ASSA 2025 dilakukan bersamaan dengan Acer EduTech 2025 di Jogjakarta, yang mengangkat tema Strategy Deep Learning dan Coding AI untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran.
Forum ini menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, hingga pejabat pemerintah. Membahas relevansi teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Menurut Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia, AI bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak dalam menyiapkan generasi Indonesia di era digital.
“Guru dan dosen perlu strategi baru agar pembelajaran tidak hanya berbasis perangkat, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif,” kata Riko.
Meski memberikan hadiah senilai lebih dari Rp 700 juta dan pendampingan melalui Acer Smart School Academy, ASSA 2025 tetap menyisakan pertanyaan: apakah program berbasis kompetisi cukup menjawab kesenjangan digital antar wilayah?
Banyak pihak menilai inisiatif semacam ini penting, namun harus dibarengi dengan kebijakan negara yang lebih merata dalam penyediaan infrastruktur digital. Tanpa itu, transformasi pendidikan hanya akan dirasakan sebagian kecil sekolah di kota besar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
