CEO Anthropic, Dario Amodei (Dok. Fortune)
JawaPos.com - CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan bahwa model kecerdasan buatan (AI) saat ini cenderung hallucinate (menyampaikan informasi yang salah atau tidak berdasar) lebih sedikit dibanding manusia. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bertajuk Code with Claude, acara pengembang pertama yang digelar Anthropic di San Francisco, Kamis lalu.
Mengutip dari TechCrunch, Amodei menjelaskan bahwa meskipun AI terkadang memang masih membuat kesalahan, yaitu menghasilkan informasi yang tidak akurat atau sepenuhnya salah lalu menyajikannya seolah benar. Namun, tingkat kejadiannya kemungkinan lebih rendah dibanding manusia.
"Semuanya tergantung bagaimana cara kita mengukurnya.Tapi saya curiga bahwa model AI saat ini mungkin mengalami halusinasi lebih sedikit daripada manusia, meski dalam cara yang lebih mengejutkan," ujarnya.
Hallucination Bukan Penghalang Menuju AGI
Pernyataan ini muncul saat Amodei menekankan bahwa hallucination bukanlah hambatan besar dalam perjalanan menuju Artificial General Intelligence (AGI), yaitu sistem AI dengan kecerdasan setara atau lebih dari manusia.
"Orang-orang selalu mencari batas keras pada apa yang bisa dilakukan AI. Tapi itu tidak ada," katanya.
Optimisme Amodei terhadap AGI memang cukup tinggi. Berdasarkan ulasan TechCrunch, dalam sebuah makalah yang ditulis tahun lalu, Amodei bahkan memperkirakan AGI bisa hadir secepatnya pada 2026. Dalam acara pers itu, ia mengklaim bahwa kemajuan menuju AGI berlangsung "dengan deras, seperti air yang terus naik di semua sisi."
Meski begitu, tak semua pihak sepakat. CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, baru-baru ini menyoroti bahwa model AI saat ini masih memiliki banyak "lubang" dan kerap gagal menjawab pertanyaan sederhana. Bahkan, seorang pengacara Anthropic sempat harus meminta maaf di pengadilan karena menggunakan Claude (produk AI Anthropic) untuk membuat sitasi hukum yang ternyata sepenuhnya mengada-ada.
Masalah lainnya adalah kepercayaan diri AI saat menyampaikan informasi keliru. Berdasarkan laporan Apollo Research (lembaga penguji keamanan yang diberi akses awal ke Claude Opus 4) versi awal model tersebut bahkan menunjukkan kecenderungan untuk menyusun skema dan menipu manusia. Apollo sempat menyarankan agar Anthropic tidak merilis versi itu. Namun, perusahaan mengklaim telah menerapkan mitigasi untuk mengatasi masalah tersebut.
Apakah Hallucination pada AI Dianggap Kurang Cerdas?
Menurut Amodei, fakta bahwa AI masih melakukan kesalahan tidak berarti ia kurang cerdas dibanding manusia. Ia bahkan menyamakan kesalahan AI dengan kesalahan manusia dalam profesi seperti jurnalis, politisi, hingga pekerja kantor. Meski begitu, beberapa kalangan berpendapat bahwa model AI yang masih sering berhalusinasi tidak dapat disebut sebagai AGI.
Menariknya, data saat ini belum cukup untuk mengonfirmasi klaim Amodei secara menyeluruh. Sebagian besar tolok ukur hallucination masih membandingkan sesama model AI, bukan AI dengan manusia. Meskipun beberapa teknik seperti integrasi pencarian web mampu menurunkan angka kesalahan, ada pula bukti yang menunjukkan bahwa model-model AI terkini justru semakin rawan membuat kesalahan dalam penalaran kompleks.
Dengan kata lain, perdebatan seputar hallucination AI belum selesai. Namun, komentar Amodei menambah perspektif baru, bahwa bisa jadi, manusia tidak bisa dijadikan tolok ukur sempurna dalam hal keakuratan informasi.
Baca Juga: Google Cloud dan Komdigi Kolaborasi Ciptakan 100 Startup AI di Indonesia

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
