
Tools AI baru dari Google bisa bikin film hanya bermodalkan teks. (Gizmochina)
JawaPos.com - Aplikasi-aplikasi dan tools kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus bermunculan. Dari yang dirilis oleh perusahaan teknologi kecil hingga raksasa, saat ini banyak hadir aplikasi AI yang bisa dipakai dengan mudah oleh masalah.
Termasuk juga Google, raksasa teknologi tersebut ikut bertarung dalam kancah AI yang juga berebut kue dengan pemain besar lainnya. Makanya, inovasi dan pembeda menjadi sangat penting.
Paling baru, Google merilis apa yang disebut sebagai Flow. Alat atau tools baru berbasis AI yang dirilis Google itu mampu mengubah teks menjadi film realistis, yang bertujuan untuk menghilangkan kebutuhan akan aktor, set, atau produksi yang mahal.
Tersedia secara eksklusif baru untuk pasar Amerika Serikat (AS), Flow diklaim memberdayakan para pembuat film untuk membuat konten sinematik dengan cepat, dengan paket harga termurah ditawarkan yakni USD 19,99 per bulan atau berkisar antara Rp 326 ribuan.
Diluncurkan pada tanggal 20 Mei, Google Flow bertujuan untuk merevolusi pembuatan film dengan memanfaatkan AI untuk menghasilkan film bermutu profesional dari masukan teks.
Dengan menggabungkan Veo Google untuk pembuatan video, Imagen untuk gambar berkualitas tinggi, dan Gemini untuk pemrosesan cepat, Flow digadang menciptakan adegan dan bidikan aksi yang realistis.
Para pembuat film bisa memulai dengan menyusun perintah teks untuk menghasilkan visual adegan, menyempurnakannya hingga memuaskan. Perintah tambahan kemudian dapat mendikte gerakan aktor, menghasilkan bidikan dinamis yang mempertahankan konsistensi objek, memastikan penampilan karakter tetap seragam di seluruh adegan.
Flow juga diyakini menawarkan kontrol kamera yang intuitif, yang memungkinkan pengguna menggunakan istilah sinematografi seperti pan, tilt, atau dolly untuk posisi kamera virtual yang tepat.
Kemudian, adegan dan perintah diatur untuk digunakan kembali, sehingga produksi menjadi lebih efisien. Sebagai inspirasi, Flow TV menyediakan katalog contoh visual yang dibuat Veo dengan perintah terperinci, yang memungkinkan pengulangan ide cerita dengan cepat dengan transisi bidikan yang diyakini halus dan profesional.
Namun demikian, dengan potensi untuk mendemokratisasi pembuatan film, Flow dapat mengganggu industri film konvensional seperti halnya terapan AI lainnya yang berpotensi mendisrupsi lain.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
