
Ilustrasi: Samsung, Google dan Qualcomm umumkan kerja sama.
JawaPos.com - Dalam acara Unpacked yang menjadi tempat peluncuran Galaxy S23 Series, Samsung memberikan gambaran sekilas tentang ekosistem baru perangkat mereka yang dikenal sebagai Extended Reality (ER). Bersama Google dan Qualcomm, Samsung ingin memperkenalkan kacamata pintar dan headset XR.
Perangkat ini akan berjalan pada Android versi khusus. Ketiga perusahaan tersebut bersama-sama merencanakan next generation experience untuk apa yang disebut produk XR.
TM Roh, kepala divisi perangkat Samsung mengungkapkan hal tersebut di acara Samsung Unpacked di San Francisco, Amerika Serikat. Dalam hal ini, Mixed Reality (MR) direncanakan bakal dikombinasikan dengan XR. Artinya, mereka sekarang menetapkan target pada gabungan teknologi MR dan dunia virtual sebenarnya.
Saat ini, belum ada detail pasti terkait kerja sama tersebut. Meski demikian, diharapkan kerja sama ketiganya akan membagi rata tugas. Qualcomm dalam hal ini dikatakan bakal menyediakan chip ARM ultra-mobile yang kuat dalam seri Snapdragon XR-nya.
Pada bagiannya, Samsung harus memasangkan produk dengan layar internalnya menjadi produk jadi. Google selaku pengembang sistem operasi atau OS Android jelas akan menyediakan perangkat lunak Android yang tepat.
Dilansir via Gizchina, dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, TM Roh menjelaskan bahwa Google sedang mengerjakan semacam sistem operasi Android lebih rendah. Sistem ini akan cocok untuk digunakan pada perangkat jenis baru seperti layar yang dapat dikenakan.
Dia mengacu pada versi baru dari sistem operasi yang belum diumumkan secara resmi. Selama acara Unpacked, para mitra terlihat enggan untuk memberikan info lebih lanjut tetapi menjelaskan bahwa mereka ingin memberikan informasi yang lebih detail secara tepat waktu.
Waktunya tidak terlalu mengejutkan, karena sudah lama ada desas-desus bahwa Apple juga ingin meluncurkan headset VR atau XR pertamanya tahun ini. Jadi kemungkinan kerja sama Samsung, Google dan Qualcomm memang merupakan upaya untuk melawan Apple.
Google, Qualcomm, dan Samsung semuanya memiliki pengalaman dengan produk VR atau AR. Google memulai bertahun-tahun yang lalu dengan Google Glass menawarkan headset AR-nya sendiri, sementara Samsung selalu menjual kacamata VR yang cocok untuk digunakan dengan ponselnya hingga beberapa tahun yang lalu.
Sementara itu, Qualcomm memasok chip untuk lebih banyak headset VR, terakhir untuk Meta Quest 2 dari perusahaan induk Facebook, Meta.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
