JawaPos Radar

Mengintip Produksi Infinix Hot S3 di Cikarang, Uji Tesnya Panjang

22/03/2018, 07:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Infinix Hot S3, pt arm
PT Adi Reka Mandiri (ARM) di Cikarang, Jawa Barat. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Infinix Mobility menunjuk vendor lokal keduanya di tanah air, yakni PT Adi Reka Mandiri (ARM). PT ARM yang berlokasi di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat, itu akan memproduksi Infinix Hot S3.

Di tengah penunjukan vendor lokal keduanya setelah Sat Nusa Persada di Batam, Infinix berani buka-bukaan terhadap awak media. Brand asal Tiongkok itu mengundang sejumlah awak media dan influencer

Malahan JawaPos.com mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana produk Infinix Hot S3 dibuat di PT ARM. Mulai dari ponsel pintar itu dirancang dengan segala proses yang panjang, hingga akhirnya ke tangan konsumen.

Infinix Hot S3, pt arm
Sejumlah pekerja PT ARM sedang membuat Infinix Hot S3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Diketahuhi, ARM sendiri merupakan perusahaan perakitan produk elektronik yang juga sering ditunjuk vendor smartphone lain di tanah air untuk merakit produk smartphone. Jadi, di ARM tidak hanya Infinix saja yang dibuat, melainkan ada produk milik vendor lain juga.

Infinix di ARM menempati line production kedua yang menempatkan kurang lebih 40 pekerja. Para pekerja tersebut bertugas dan bertanggung jawab merakit serta memastikan produk Infinix Hot S3 layak hingga sampai ke tangan konsumen.

Infinix Hot S3, pt arm
Pekerja PT ARM sedang membuat Infinix Hot S3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Sebelum memasuki area produksi, JawaPos.com bersama rekan media lainnya diberikan brief atau arahan mengenai hal-hal dan prosedur standar memasuki area produksi.

Demi alasan keamanan, semua yang masuk dan terlibat dalam proses produksi di ARM diwajibkan untuk mengenakan pakaian khusus. Pakaian khusus tersebut jika dilihat sekilas tampak seperti pakaian koki lengkap dengan topi dan pelindung sepatu khusus.

Pakaian tersebut wajib dikenakan untuk memastikan bagian tubuh orang-orang yang berada dekat dengan proses produksi agar tetap aman. Sebab, produk elektronik mengandung sejumlah bahan kimia yang mungkin membahayakan tubuh manusia.

Ketika di dalam ruangan produksi, pengunjung diingatkan untuk tidak menyentuh alat-alat maupun unit produk yang sedang dirakit. Lagi-lagi demi alasan keamanan.

Infinix Hot S3, pt arm
Line production Infinix Hot S3 menempati Line 2 dari 8 Line yang tersedia di PT ARM. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Pada tahap awal produksi, pemasangan setiap bagian, mulai dari kamera, speaker, hingga tombol-tombol di bodi ponsel tersebut dilakukan langsung oleh tangan pekerja. Serangkaian tes terhadap audio dan fungsi lain Infinix Hot S3 pun juga dikerjakan oleh para pekerja yang berjumlah sekitar 40-an orang itu. Mereka menempati tiap-tiap pos produksi. Setiap pos produksi itu memiliki tanggung jawab berbeda.

Meski dirakit dengan tangan manusia, bukan berarti pembuatan Hot S3 tidak menggunakan mesin sama sekali. Ada sejumlah mesin sederhana yang digunakan untuk membantu para pekerja, seperti dalam mencetak dan memeriksa label IMEI, pemeriksaan frekuensi, audio, input dan output, serta masih banyak lagi.

Mendekati tahap akhir, proses selanjutnya yakni memasang antigores dan aksesori lainnya, juga memastikan produk yang dikerjakan tetap dalam keadaan sempurna.

Operator yang bertindak mendampingi dan mengawasi pekerja juga terlibat dalam menguji performa hingga berbagai fungsi smartphone. Mulai dari pengujian GPS, penerimaan sinyal, output audio, hingga adapter charger. Keseluruhan pengujian dilakukan dengan menggunakan sistem yang standarnya telah ditetapkan Infinix.

Infinix Hot S3, pt arm
Pekerja PT ARM sedang mengecek kualitas Infinix Hot S3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Perangkat yang belum lolos pengujian akan disisihkan guna diperiksa lebih lanjut oleh teknisi. Sementara smartphone yang telah lolos pengujian akan melalui tahap lanjutan seperti pengemasan. Dalam tahapan ini, smartphone akan mendapatkan label IMEI yang kemudian diperiksa keakuratannya, hingga dimasukan ke dalam boks.

Kemudian untuk menjaga kualitas, PT ARM mengambil beberapa sampel untuk diuji kembali, seperti fungsi layar, kamera depan dan belakang, serta fungsi fitur lainnya. Pengujian tahap akhir ini dilakukan di Laboratorium Office of Quality Assurance (OQA).

Dalam ruang pengujian tersebut, Infinix Hot S3 akan melewati vibration test. Pada tes ini, ponsel akan diguncang mesin cukup kencang selama kurang lebih satu jam. Setelahnya, ponsel tersebut akan diisi dayanya terus menerus sekitar tujuh jam lamanya, sembari menjalankan berbagai aplikasi tanpa henti. Proses tersebut semacam simulasi yang menyerupai pemakaian normal manusia.

Infinix Hot S3, pt arm
Pengecekan kualitas Infinix Hot S3 dengan diguncang, di paksa bekerja nonstop selama 8 jam hingga dipanggang selama 98 jam. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Belum berhenti di situ, Infinix Hot S3 masih akan menghadapi proses pemanggangan selama 98 jam. Rangkaian tes tersebut dilakukan untuk menguji ketahanan Hot S3 dalam menghadapi berbagai situasi, seperti guncangan dan panas sekaligus performa dari ponsel itu sendiri.

Dalam satu harinya, ARM menguji kembali sekitar 80 smartphone secara acak yang telah rampung diproduksi dan dikemas. Sementara untuk jumlah produksinya sendiri sekitar 500 hingga 700 smartphone per hari setiap satu shift dan delapan jam kerja.

Infinix Hot S3, pt arm
Semua yang masuk area produksi wajib melalui pengecekan dan mengenakan pakaian khusus. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Berdasarkan keterangan dari Indramawan, R&D Manager ARM, pabrik dari perusahaan manufaktur tersebut dapat menjalani dua hingga tiga shift dalam sehari. Jam kerjanya pun dapat menyesuaikan permintaan vendor smartphone.

Tidak hanya Infinix, ARM juga bertanggung jawab dalam memproduksi ponsel dari vendor lain, seperti LG, BlackBerry, Smartfren, hingga Leagoo. Lalu, mereka juga berkolaborasi dengan perusahaan teknologi lain seperti ZTE dan TCL.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up