
Ilustrasi: hacker.
JawaPos.com - Sebanyak 13 juta data pengguna Bukalapak dikabarkan dicuri hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers. Dikutip dari laman TheHackerNews, Senin (18/3), hacker tersebut mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang diretas tersebut.
Gnosticplayers mengaku telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Data yang diperolehnya kemudian dijual pada enam dark web dalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan bulan lalu pada dark web bernama Dream Market.
Pada putaran pertama, Gnosticplayers mengaku menjual 620 juta akun dari 16 situs. Kemudian dilanjutkan lagi dengan menjual 127 juta akun dari 8 situs dan ketiga dengan penjualan 92 juta akun dari 8 situs.
Hacker tersebut mengaku sedang bersiap untuk menjual 27 juta akun pengguna yang berasal dari 6 situs lainnya pada putaran terakhir. Adapun hacker ini menjual masing-masing database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5.000 atau Rp 72 jutaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, pihak Bukalapak mengakui bahwa memang ada upaya untuk meretas platform-nya beberapa waktu yang lalu. Namun, hal itu tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil diretas.
CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut bahwa data yang dimakud peretas itu merupakan data lama. "Data yang disebutkan oleh peretas adalah data yang sudah usang," katanya kepada JawaPos.com.
Sementara itu, Intan Wibisono selaku Head of Corporate Communications Bukalapak menerangkan, Bukalapak selalu meningkatkan sistem keamanan di platform-nya. Hal ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak. Termasuk memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.
Dia mengakui bahwa upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital. Bukalapak pun selalu mengimbau para penggunanya untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. "Ganti password Anda secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur untuk mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali," jelasnya.
Dia juga menyarankan pengguna untuk menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak. "Bukalapak akan selalu bekerja sama dengan para pengguna kami, demi kenyamanan mereka selama bertransaksi," pungkasnya.
Catatan Redaksi:
Redaksi mengubah judul yang semula 13 Juta Data Pengguna Bobol, Bos Bukalapak Bantah Situsnya Diretas, menjadi Akui Ada Peretasan, Bos Bukalapak Pastikan Data Pengguna Masih Aman.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
