Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 20.11 WIB

Hoax Tsunami Selat Sunda Mulai Beredar, Kominfo Imbau Jangan Tertipu

Ilustrasi: hoax. Hoax Tsunami Selat Sunda Mulai Beredar, Kominfo Imbau Jangan Tertipu - Image

Ilustrasi: hoax. Hoax Tsunami Selat Sunda Mulai Beredar, Kominfo Imbau Jangan Tertipu

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menemukan dua kabar hoax yang disebarkan melalui media sosial dan pesan pendek atau SMS (short message service). Hoax itu berkenaan dengan serangkaian bencana yang terjadi di Indonesia belakangan ini.


Berdasarkan informasi resmi yang diterima JawaPos.com, Kemenkominfo menemukan dua hoax terbaru terkait bencana tsunami di Selat Sunda. Pertama hoax soal alat deteksi letusan gunung dan kedua hoax soal bencana akhir tahun yang ramai di-blast oleh orang-orang tak bertanggung jawab lewat layanan SMS.


Berdasarkan hasil penelusuran Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo, dengan mesin crawling konten AIS, kedua hoax tersebut ditemukan usai peristiwa tsunami di pantai barat Provinsi Banten dan Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 Pukul 21.27 WIB.


Seperti kami singgung di atas, hoax pertama adalah soal alat deteksi letusan gunung yang beredar di media sosial. Hoax tersebut menampilkan sebuah alat yang ternyata berada di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu 2 jam sebelum meletus. Konten itu langsung dibantah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


Sutopo menyatakan, alat tersebut merupakan sirene untuk memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. Cara kerja alat itu mirip dengan sirene tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja alias mobile.


Hoax kedua terkait bencana, beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai 21 sampai akhir Desember 2018 karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Kabar itu langsung dibantah BMKG yang menyatakan pesan tersebut adalah hoax. Melalui Twitter resmi, BMKG menyebut pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Warga dipersilakan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sembari tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan tahun baru.


Terkait hoax yang meresahkan, apalagi dikait-kaitkan dengan rentetan bencana yang menerpa Indonesia belakangan ini, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu meminta masyarakat bijak dan menahan diri untuk menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Kami mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ditemukan informasi yang tidak benar dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun Twitter @aduankonten,” ujarnya demikian.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore