
Kemendes PDTT MoU dengan blanja.com untuk mengoptimalkan UKM BUMDes
JawaPos.com - Pemerintah mendorong desa mengembangkan potensi ekonomi daerah setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Agar bisa memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia digital, BUMDes harus bisa menggandeng marketplace. Hal itu untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada konsumen dan nilai bisnisnya.
"BUMDes bersinergi dengan marketplace merupakan pintu masuk bagi para UKM untuk bisa mengembangkan potensinya sehingga bisa meningkatkan perekonomian serta harkat dan martabat Desa” tutur Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi, Jakarta (8/5).
Lebih jauh Anwar menyebut, lahirnya BUMDes seiring dengan terbitnya UU No 6/2014 tentang desa. Sampai saat ini telah ada 32.000 lebih BUMDes yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk meningkatkan kemampuan dan jangkauan para pelaku bisnis UKM BUMDes ini, Kemendes PDTT menggandeng marketplace, blanja.com. Dalam kerja sama itu diharapkan BUMDes pun bisa mengembangkan kuantitas dan kualitas produknya.
Sementara itu, CEO BLANJA.com, Aulia E. Marinto menjelaskan, sebagai e-commerce milik pemerintah, BLANJA.com mengambil peran sebagai agen pembangunan untuk mendorong keberhasilan daerah tertinggal melalui penguatan digitalisasi produk lokal. Hasilnya, hingga kini Kemendes PDTT telah berhasil mengonlinekan lebih dari 50 BUMDes. "Komitmen kami terhadap UKM melalui laman khusus Asli Indonesia. Kita sangat intens untuk mengangkat produk lokal," ujar Aulia.
Komitmen blanja.com itu sejalan dengan konsep pemerintahan era Jokowi-JK yang membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Sebab pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Daerah tertinggal, terdepan dan terluar adalah wajah depan Indonesia yang harus diperbaiki dan didorong kemajuannya, sebagai perwujudan bahwa negara hadir dan melindungi segenap warga.
Melalui pengembangan digital ekonomi, masyarakat di daerah tertinggal dapat langsung berjualan secara online sehingga bisa membuka link antara desa-desa di daerah tertinggal dengan kota pusat pertumbuhan melalui teknologi informasi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
