
CEO T-Cash Danu Wicaksana
JawaPos.com – T-Cash menargetkan akan melayani lebih dari 120 juta pelanggan dalam lima tahun mendatang. Mobile financial services dari Telkomsel ini optimis bakal membiasakan masyarakat agar melakukan transaksi tanpa uang tunai (cashless society).
CEO of T-Cash Danu Wicaksana mengungkapkan, saat ini 83 persen transaksi keuangan masih menggunakan tunai atau uang fisik. Negara pun tidak efisien dengan mengeluarkan banyak uang tunai.
“Biaya produksi uang itu besar, Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) itu hampir setiap tahun mengeluarkan uang baru, produksinya kan mahal,” ungkap Danu saat ditemui JawaPos.com di kantor T-Cash, Jakarta, Selasa (5/12).
Menurut dia, negara akan bisa lebih efisien dengan tidak mengeluarkan uang tunai begitu banyak. Mengingat proses produksi dan distribusi ke berbagai daerah, hingga sampai ke tangan masyarakat membutuhkan waktu.
“Dengan menggunakan uang nontunai kita juga bisa mencegah kejahatan. Money laundry dan terorisme misalnya. Dari sana kan kita tahu arah uang ke mana, untuk apa, kapan transaksinya, di mana, kita bisa lihat semua flow-nya,” jelas Danu.
Namun dirinya saat ini mengaku masih fokus untuk menyadarkan masyarakat bahwa selain uang tunai, ada uang dalam bentuk lain seperti T-Cash. “Sekarang kan masih banyak orang ke mana-mana bawa uang tunai banyak, kan bahaya,” jelas mantan bos Fashion Commerce ini.
Saat ini pengguna T-Cash mencapai 12 juta orang sejak diperkenalkan tahun 2015 lalu. Namun hanya ada sekitar 40 persen saja yang aktif. Hal ini dikarenakan banyak dari pelanggan belum mengetahui manfaat produk tersebut. “kita optimis dalam 5 tahun ke depan akan sanggup melayani 120 juta pelanggan,” jelas Danu.
Dia menambahkan, T-Cash saat ini tidak hanya melayani melayani pembelian pulsa saja, namun juga untuk berbagai pembayaran nontunai seperti, transportasi, kebutuhan pokok, transfer antarpengguna, membayar berbagai tagihan. Ke depannya, akan terus meningkatkan pelayanan sesuai kebutuhan pasar.
Saat ini T-Cash memiliki dua segmen pelanggan, yakni mikro dan lifestyle dengan komposisi masing-masing sebesar 60 dan 40 persen.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
