
Ilustrasi: Kecanduan Game
JawaPos.com – Kecanduan berlebih terhadap sesuatu memang berdampak kurang baik. Bermain game misalnya. Bahaya kecanduan game memang dapat menimpa siapa saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa kecanduan game merupakan sebuah penyakit serius yang harus segera ditangani.
Diketahui, WHO baru-baru ini merilis sebuah draf yang masuk ke dalam International Compendium of Diseases (ICD). ICD sendiri merupakan sebuah rangkuman yang memuat tentang daftar penyakit-penyakit berbahaya di seluruh dunia. Dua dari penambahan daftar penyakit terbaru berbicara tentang game. Pertama, game yang berbahaya “Hazardous Gaming” dan kedua tentang gangguan kecanduan game “Gaming Disorder”.
Draft tentang game berbahaya atau Hazardous Gaming berisikan tentang game yang dapat menimbulkan potensi bahaya. Mengacu pada pola permainan, baik online maupun offline, sanggup meningkatkan risiko kesehatan fisik atau mental yang berbahaya bagi individu atau orang lain. Misalnya game yang memainkan adegan kekerasan seperti peperangan, intimidasi, dan pelecehan seksual.
Kedua gangguan kecanduan game atau dikenal dengan Gaming Disorder. Ini berisikan tentang gejala-gejala kecanduan game yang diawali dengan pola perilaku ingin memainkan suatu game dengan sangat berlebihan dan berulang. Gejala tersebut ditunjukkan oleh gangguan kontrol terhadap game seperti meningkatkan prioritas yang diberikan pada sebuah game. Penggila game meletakkan kepentingan game jauh di atas kepentingan pribadi mereka. Ini tentu dapat mengubah pola hidup dan aktivitas sehari-hari mereka.
Kedua kategori di atas menjelaskan bahwa secara efektif menempatkan game berbahaya dan kecanduan game pada tingkat yang sama dengan kecanduan zat atau obat-obatan tertentu.
Meski demikian, pernyataan WHO tersebut dibantah oleh The Entertainment Software Assosiation (ESA). Dalam sebuah wawancara yang JawaPos.com kutip dari laman TheNextWeb, Rabu (3/1), mereka menolak jika kecanduan game disamakan dengan kecanduan obat atau zat tertentu. Sebab, WHO mengerti betul akal sehat dan penelitian yang objektif membuktikan bahwa game tidak menimbulkan kecanduan.
Sebaliknya, mereka menilai bahwa game merupakan sebuah obat mujarab untuk menghilangkan stres dan depresi pada manusia. Mereka meminta WHO untuk kembali merevisi dan mencermati ulang tentang statement tersebut.
Terlepas dari pro dan kontra mengenai pernyataan WHO tersebut, kenyataannya memang kecanduan game telah menjadi masalah yang serius. Di Indonesia sendiri banyak kabar yang beredar bahwa sebagian orang tua memiliki masalah terhadap anak yang kecanduan game. Bahkan banyak dari anak-anak itu yang sampai bermasalah dengan pendidikan dan lingkungan sosianya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
