
Muhammad Atho’illah
DI ruang kerja kepala Puskesmas Sidoarjo, dr Muhammad Atho’illah menyetem gitar. Beberapa kali dia memetik senar gitar di pangkuannya, mencari nada yang tepat. Bapak dua anak itu lantas menceletuk, ’’Biasa bermain gitar, sudah jadi hobi. Sering tampil nyanyi dan bermain gitar.’’
Namun, pria yang akrab dipanggil dokter Atho’ itu adalah vokalis band. Dia sesekali bermain gitar sambil menyanyi. Yup, selain menjadi dokter dan kepala Puskesmas Sidoarjo, Atho’ kerap mendapat ’’panggilan’’ manggung bersama bandnya yang bernama Seventune Band. Mereka sering mendapat tanggapan untuk mengisi acara pernikahan. –
Selain Atho’, lima anggota personel band itu adalah Arya, Iwan, Binbin, Angga, dan Putu. Mereka adalah rekan-rekan Atho’ saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya dulu. ’’Sejak awal masuk kuliah 1995-an dulu, sering main di panggung kampus. Ya sama anak-anak ini,’’ terangnya.
Saat kuliah, grup band mereka bernama bernama Kekko. Mereka sering manggung dari kampus ke kampus. Pada 2000, Atho’ bergabung dangan Kyowa Band. Saat itu, tidak hanya tampil di panggung kampus, Kyowa juga kerap tampil di kafe-kafe beberapa kota. Antara lain, Malang, Surabaya, Jember, hingga Jogjakarta. ’’Selalu jadi vokalis,’’ ungkapnya.
Dia mengakui, hobi itu sempat mengganggu kuliahnya. Bahkan, dia pernah harus mengulang praktik selama dua minggu saat koas dokter di salah satu rumah sakit di Kabupaten Nganjuk.
Ceritanya, saat itu Atho’ meminta izin untuk pergi ke Surabaya dengan alasan ada acara keluarga. Sebenarnya, dia dan band mendapat undangan tampil di Surabaya. Saat dirinya tampil di Surabaya, dokter senior di rumah sakit itu mencarinya. Ada agenda penting yang harus dibahas.
Keesokannya, Atho’ melapor. Kala itu, dokter senior tersebut meminta Atho’ untuk mengulang praktik di sana selama dua pekan. ’’Jadi, teman-teman yang lain sudah libur, saya masih saja di sana,’’ katanya, lantas tertawa.
Selain itu, dia pernah nekat untuk tampil ke Malang. Padahal, saat itu koas di rumah sakit di Nganjuk tidak libur. ’’Setelah dari rumah sakit sore, saya langsung naik bus ke Surabaya untuk menemui teman-teman band. Setelah itu ke Malang bareng,’’ ungkapnya.
Setelah selesai manggung sekitar pukul 02.00 dini hari, Atho’ langsung ke terminal untuk naik bus kembali ke Nganjuk. ’’Mengganggu kuliah sih iya. Tapi, gimana lagi wong sudah jadi hobi. Jadi hiburan biar nggak stres,’’ katanya.
Sampai lulus S-1 FK UWK pada 2003, Atho’ masih melanjutkan hobinya. Saat sudah menjadi dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Urangagung, Sidoarjo, pada 2004, dia aktif bermain musik.
Pada 2005, dia memilih vakum. Alasannya, suami Hendriyani itu sedang program memiliki anak. Kesibukan menjadi dokter dan band kerap membuatnya kurang istirahat. Dia sering pulang larut malam.
Baru pada awal 2016 Atho’ kembali aktif bermain musik. Apalagi, dia telah memiliki dua anak. Rekan-rekannya yang bekerja jauh kebanyakan juga sudah pulang. ’’Nah, pada 2016 itu kami membentuk Seventune. Personelnya ada yang alumni Kyowa dulu serta rekan dari band lain saat kuliah dulu,’’ terangnya.
Kini Seventune lebih sering mendapat undangan untuk menjadi pengisi acara pernikahan. Jarang tampil di kafe. Untuk jenis lagu, kebanyakan beraliran pop dan lagu-lagu terbaru. ’’Dulu lagu apa saja kami mainkan. Rock metal juga. Malah main lagu Pull Me Under milik Dream Theater. Sekarang biasanya lagu-lagu romantis pernikahan,’’ ujarnya.
Atho’ juga menularkan hobi musik ke puskesmas yang dipimpinnya. Ada empat sound system di sudut-sudut puskesmas. ’’Sering saya putar lagu-lagu buat hiburan pasien yang antre,’’ terangnya.
Secara psikologis, lagu bisa membuat orang lebih rileks. Apalagi jika lagu yang diputar dikenal dan dihafal pendengarnya. ’’Kadang pasien yang mendengarkan menggerakkan kaki mengikuti alunan musik. Asyik kan jadi nggak bosan. Bisa lebih rileks menikmati,’’ tuturnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
